Kiai Abdul Muhaimin Sentil PBNU, Sebut Menyimpang dari AD/ART dan Khittah

1 day ago 3

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:06 WIB

Jakarta, VIVA – Arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini mendapat sorotan dan kritik tajam dari internalnya sendiri. 

A’wan PBNU, KH Abdul Muhaimin, mengatakan organisasi Islam terbesar ini tengah mengalami krisis peran sosial hingga menyimpang dari aturan dasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan KH Abdul Muhaimin dalam acara diskusi bertajuk “NU di Persimpangan: Menjaga Peran Civil Society di Era Baru” di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat Yogyakarta ini mengaku miris dengan peran advokasi NU di tengah berbagai persoalan rakyat. Dia mencontohkan berbagai sengketa agraria dan proyek besar yang menekan rakyat, di mana justru lembaga dari ormas lain yang pasang badan.

“Saya sedih sebagai A’wan. Kasus Wadas itu dikawal LBH Muhammadiyah, yang mengawal kasus PSN di PIK 2 juga LBH Muhammadiyah. Kemana NU-nya?” ujarnya.

Menurunnya daya kritis dan fungsi advokasi ini, menurut KH Abdul Muhaimin, berimbas langsung pada melemahnya nilai tawar NU di mata pemerintah. Ironisnya, institusi pendidikan tradisional seperti pesantren juga turut menjadi korban dari hilangnya pengaruh tersebut.

“NU hari ini tidak memiliki bargaining position dalam kebijakan politik-ekonomi, apalagi pesantren yang sampai sekarang masih terpinggirkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyoroti kondisi internal PBNU yang dinilai terlalu memusat pada figur-figur tertentu sehingga mematikan dinamika kaderisasi.

“Struktur PBNU sekarang saya lihat seperti one man show. Acara apa pun, yang datang ya itu-itu saja,” jelas dia.

Dia lantas mengungkap tiga pelanggaran utama yang sedang dihadapi PBNU saat ini. 

Pertama, PBNU dinilai telah menyimpang dari qonun asasi. Kedua, menyimpang dari khittah perjuangan organisasi. Ketiga, keluar dari semangat AD/ART organisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada tiga problem besar. PBNU hari ini saya kira sudah menyimpang dari qonun asasi, menyimpang dari khittah, dan keluar dari AD/ART,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyebut kondisi tersebut sebagai situasi yang berbahaya bagi masa depan organisasi. “Kepemimpinan NU saat ini sama saja bunuh diri massal. Dinamika advokasi di jajaran NU mati. Kalaupun ada pergerakan, sifatnya lokalistik. Padahal resources NU itu lengkap,” katanya.

Halaman Selanjutnya

KH Abdul Muhaimin menilai persoalan yang dihadapi NU bukan semata soal politik organisasi, tetapi juga menyangkut persoalan teologis dan spiritual yang berdampak pada hilangnya daya tawar NU di tengah umat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |