Kisah Pilu Dua PMI di Arab Saudi Viral, Ngaku Dipaksa Layani 450 Pria dalam Sebulan

1 week ago 5

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:00 WIB

VIVA –Viralnya video pengakuan dua perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi mengundang keprihatinan luas masyarakat. Dalam video yang beredar di media sosial, keduanya mengaku menjadi korban dugaan eksploitasi dan penyiksaan selama bekerja di luar negeri.

Ilustrasi kekerasan seksual

Photo :

  • VIVA.co.id/Andrew Tito

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu korban mengungkap pengalaman memilukan yang dialaminya. Ia mengaku dipaksa melayani hingga 15 pria setiap hari. Jika dihitung dalam sebulan, jumlah tersebut mencapai sekitar 450 pria. Korban juga menyebut dirinya kerap mendapat kekerasan fisik apabila tidak mampu memenuhi permintaan yang ditentukan oleh pihak yang diduga mengeksploitasi mereka

"Aku ini harus ngelayani 15 orang dalam sehari, harus sampai target, kalau enggak nyampe target enggak di gaji," kata salah satu pengakuan korban dalam video yang diunggah Instagram @volkinfo, dikutip VIVA Kamis, 7 Mei 2026.

Tidak hanya mengalami tekanan dan kekerasan, kedua PMI tersebut juga mengaku tidak menerima gaji selama berada di lokasi tempat mereka bekerja. Situasi itu membuat keduanya beberapa kali mencoba melarikan diri demi menyelamatkan diri dari kondisi yang mereka alami.

Dalam pengakuannya, para korban sempat berusaha kabur melalui ventilasi kamar mandi. Namun upaya tersebut gagal karena akses keluar dipasang teralis besi yang menghalangi jalan mereka. Kondisi itu membuat mereka kembali terjebak di lokasi tersebut.

Kesempatan untuk melarikan diri akhirnya datang saat keduanya diajak keluar menuju pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian. Dalam momen itu, mereka memanfaatkan situasi untuk kabur dan bersembunyi. Beruntung, seorang sopir taksi kemudian membantu mereka hingga akhirnya memperoleh pertolongan.

Dugaan sementara menyebut kedua korban berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kasus ini pun memicu perhatian publik dan menambah daftar panjang persoalan perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai pihak kini mendesak adanya pengusutan mendalam terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi yang dialami kedua PMI tersebut. Pemerintah juga diharapkan memperkuat pengawasan terhadap penyaluran tenaga kerja ke luar negeri agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Bahkan beberapa warganet di media sosial untuk usut tuntas kasus tersebut. Beberapa dari mereka juga meminta pemerintah untuk membantu kasus ini.

Halaman Selanjutnya

"Tolong pemerintah usut tuntas kasus seperti ini, banyak dari mereka pasti mengalami," tulis komentar warganet dalam unggahan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |