KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan

5 hours ago 3

loading...

KKP meresmikan Ocean Institute of Indonesia (OII) atau Institut Kelautan Indonesia sebagai transformasi dari 11 satuan pendidikan vokasi yang selama ini sudah dikembangkan, Selasa (21/7/2026). Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan Ocean Institute of Indonesia (OII) atau Institut Kelautan Indonesia sebagai transformasi dari 11 satuan pendidikan vokasi yang selama ini sudah dikembangkan. Peresmian dilakukan enam menteri Kabinet Merah Putih di Ballroom KKP, Jakarta Pusat, Selasa (21/72026).

Keenam menteri tersebut adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono; Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy; serta Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Arif Satria. Baca juga: Mendiktisaintek: Politeknik Cetak Skilled Labor Siap Bersaing di Pasar Kerja Global

Turut meresmikan juga Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf; Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Edwin; serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta.

Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutannya menyampaikan, pemikiran menyatukan 11 satuan pendidikan vokasi KKP telah berlangsung cukup lama dan sudah dipersiapkan secara matang. "Saya sudah datangi semua. Lalu kemudian saya perhatikan di lingkungan dalamnya dan seterusnya. Saya ingin ini disatukan,” katanya.

Ke-11 satuan pendidikan yang disatukan menjadi OII adalah Politeknik Ahli Usaha Perikanan; Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Dumai, Politeknik KP Karawang, Politeknik KP Pangandaran, Politeknik KP Sidoarjo, Politeknik KP Jembrana, Politeknik KP Kupang, Politeknik KP Bone, Politeknik KP Bitung, Politeknik KP Sorong, serta Akademi Komunitas Wakatobi.

Berangkat dari pengamatannya di kampus-kampus tersebut, Menteri Trenggono menyebutkan perlunya peningkatan fasilitas serta merombak sistem pendidikan menjadi satu visi dan misi agar selaras dengan perkembangan industri terkini dan daya saing di tingkat global. "Saya ingin ini disatukan, diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya, hingga tujuan akhirnya. Karena saya akan lihat ukuran-ukuran suksesnya,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, nantinya terdapat spesifikasi khusus pada setiap kampus, seperti spesifikasi di bidang penangkapan ikan di suatu kampus, budi daya ikan di kampus berbeda, serta pengolahan ikan di kampus lainnya. Dengan demikian setiap kampus tidak sama-sama mengajarkan bidang-bidang tersebut, tetapi berbeda-beda sesuai dengan spesifikasinya masing-masing.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |