Kolaborasi Ratu Aulia dan Eloi Coco dalam Proyek Parfum

4 hours ago 2

loading...

Keputusan Ratu Aulia menggandeng Eloi Coco dalam proyek parfum perdananya menjadi sorotan publik sekaligus memunculkan rasa penasaran. Foto: ist

JAKARTA - Keputusan Ratu Aulia menggandeng Eloi Coco dalam proyek parfum perdananya menjadi sorotan publik sekaligus memunculkan rasa penasaran. Setelah sebelumnya ramai spekulasi di media sosial yang menyebut berbagai brand parfum lokal populer, pengumuman resmi kolaborasi ini justru menghadirkan perspektif baru mengenai arah strategi yang diambil Ratu dalam mengembangkan produknya.

Eloi Coco bukanlah nama yang asing di kalangan pelaku industri fragrance. Perusahaan ini telah berdiri lebih dari 40 tahun dan dikenal sebagai salah satu pemain berpengalaman di industri parfum Indonesia. Tidak hanya menghadirkan produk dengan nama sendiri, Eloi Coco juga memiliki rekam jejak sebagai produsen di balik berbagai brand parfum besar di Tanah Air. Posisi ini menjadikan Eloi Coco sebagai salah satu kekuatan penting di balik layar industri fragrance nasional.

Dengan pengalaman panjang tersebut, Eloi Coco dinilai memiliki kapabilitas komprehensif, mulai dari pengembangan aroma, proses produksi, hingga pemahaman mendalam terhadap tren dan preferensi pasar. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor utama di balik keputusan Ratu Aulia dalam memilih partner kolaborasi.

Berbeda dari kolaborasi yang sekadar mengedepankan aspek branding, proyek parfum bertajuk “Blooming in the Dark” ini disebut melibatkan Ratu Aulia secara aktif dalam proses kreatif. Parfum ini mengusung filosofi tentang ketangguhan dan kemampuan untuk tetap berkembang di tengah situasi yang tidak selalu ideal, sebuah narasi yang merefleksikan perjalanan karier Ratu itu sendiri.

Dari sisi komposisi, Blooming in the Dark menghadirkan karakter aroma floral yang lebih berani dan berlapis. Penggunaan Bulgarian Rose sebagai salah satu bahan utama memberikan kesan elegan dan kaya, sementara pembukaan dengan bergamot menghadirkan kesegaran yang ringan. Aroma tersebut kemudian berkembang menjadi sentuhan mawar yang feminin, sebelum ditutup dengan nuansa hangat dari amber, musk, dan tonka bean yang memberikan kedalaman sekaligus daya tahan yang lebih lama.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |