Kamis, 28 Mei 2026 - 23:48 WIB
VIVA – Jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 72.819 orang, dengan 172.894 lainnya mengalami luka-luka, menurut sumber-sumber medis di Jalur Gaza pada Kamis, 28 Mei 2026.
Dilaporkan bahwa rumah sakit di Jalur Gaza menerima enam korban tewas dan 39 korban luka dalam 48 jam terakhir. Menurut sumber tersebut, jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata 11 Oktober 2025 bertambah menjadi 922 orang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, jumlah korban terluka mencapai 2.786 orang dan sebanyak 781 jenazah berhasil ditemukan.
Sumber yang sama menjelaskan bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan jalanan, lantaran hingga saat ini tim penyelamat dan ambulans belum dapat menjangkau mereka.
Krisis Obat-obatan
Pada Minggu, 24 Mei 2025, sumber-sumber medis memperingatkan kondisi genting persediaan obat-obatan dan perlengkapan medis, yang memperparah krisis perawatan kesehatan dan mengancam nyawa ribuan pasien di wilayah Jalur Gaza, Palestina.
Sumber-sumber itu mengatakan 250 pasien gagal ginjal berisiko kehilangan akses dialisis akibat kekurangan larutan Bibag. Sementara itu, perawatan untuk delapan anak yang sakit juga kemungkinan terhenti lantaran minimnya filter medis yang diperlukan.
Mereka menambahkan bahwa kekosongan suntikan insulin memperburuk kondisi kesehatan sekitar 11.000 pasien diabetes. Selain itu, sebanyak 110 pasien hemofilia menderita parah akibat kurangnya perawatan VACTOR di Jalur Gaza.
Akhir pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Wilayah Mediterania Timur menggambarkan hancurnya layanan kesehatan dan kehidupan manusia di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, sebagai sebuah tragedi mengerikan.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan Kamis (21/5), Direktur WHO untuk Wilayah Mediterania Timur Dr. Hanan Balkhy mengatakan sejak Oktober 2023, lebih dari 72.000 orang meninggal dunia dan 182.000 lainnya terluka. "Pada 2025 saja, hampir 26.000 kematian baru telah dilaporkan," kata Balkhy.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia mengungkapkan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025, pembunuhan terhadap warga sipil terus berlanjut, layanan kesehatan masih terganggu, dan akses kemanusiaan juga masih terbatas.
Saat ini, lanjutnya, tidak ada rumah sakit yang berfungsi secara penuh di Gaza dan tidak ada satu pun rumah sakit yang beroperasi di Gaza utara. Selain itu, lebih dari setengah stok obat-obatan penting habis, sementara ribuan pasien masih perlu evakuasi medis mendesak.
Halaman Selanjutnya
Lebih lanjut, penyakit menular terus menyebar di tengah kepadatan penduduk dan kondisi kesehatan yang memburuk. Kebutuhan akan fasilitas kesehatan mental juga sangat besar, sementara risiko bagi ibu dan bayi baru lahir meningkat tajam.

22 hours ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)

![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)