Krisis Pupuk Mengancam, PBB: 45 Juta Orang Bisa Kelaparan!

1 day ago 5

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:15 WIB

Jakarta, VIVA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan puluhan juta orang berisiko mengalami kelaparan. Hal ini beriringan dengan terganggunya distribusi pupuk global di Selat Hormuz. 

Sebagaimana diketahui, gangguan ini dipicu konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang membuat jalur perdagangan strategis itu berada dalam tekanan selama beberapa bulan terakhir. Padahal, sekitar sepertiga distribusi pupuk dunia biasanya melewati Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala satuan tugas PBB untuk penanganan krisis pupuk global, Jorge Moreira da Silva, mengatakan dunia kini berpacu dengan waktu untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih besar.

“Kita hanya memiliki beberapa minggu ke depan untuk mencegah apa yang kemungkinan akan menjadi krisis kemanusiaan besar,” kata Moreira da Silva, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 12 Mei 2026.

“Kita bisa menyaksikan krisis yang akan memaksa tambahan 45 juta orang masuk ke dalam kelaparan dan kelaparan ekstrem,” ujarnya. 

Menurutnya, terganggunya distribusi pupuk membuat pasokan bahan baku penting seperti amonia, sulfur, dan urea ikut tersendat. Kondisi itu dinilai sangat berbahaya karena banyak negara sedang memasuki musim tanam.

PBB membentuk satuan tugas khusus pada Maret lalu untuk mencari solusi agar pengiriman pupuk dan bahan bakunya tetap bisa melintasi Selat Hormuz.

Moreira da Silva mengatakan pihaknya telah bertemu lebih dari 100 negara guna menggalang dukungan internasional. Namun, Amerika Serikat, Iran, dan sejumlah negara Teluk yang merupakan produsen pupuk utama disebut belum sepenuhnya mendukung mekanisme tersebut.

Ia menegaskan musim tanam tidak bisa menunggu terlalu lama. “Masalahnya, musim tanam tidak bisa menunggu,” ujarnya.

PBB menilai negara-negara di Afrika dan Asia menjadi wilayah yang paling rentan terdampak apabila distribusi pupuk tidak segera pulih.

Meski harga pangan global belum melonjak tajam, Moreira da Silva menyebut biaya pupuk sudah mengalami kenaikan signifikan. “Ada kenaikan besar-besaran pada biaya pupuk,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kenaikan harga pupuk dapat menurunkan produktivitas pertanian dan memicu lonjakan harga pangan dunia dalam beberapa bulan mendatang.

Ia mengatakan krisis sebenarnya bisa ditekan jika ada kesepakatan politik dari semua pihak yang terlibat. Menurutnya, distribusi sekitar lima kapal pupuk per hari sudah cukup untuk membantu mencegah krisis pangan global.

Halaman Selanjutnya

“Kita tidak bisa menunda apa yang sebenarnya mungkin dilakukan, dan apa yang mendesak untuk dilakukan, yaitu membiarkan pupuk melintasi selat dan melalui hal itu meminimalkan risiko ketidakamanan pangan besar-besaran di tingkat global.”

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |