Kuasa Hukum dan Keluarga Kaget, Ammar Zoni Dipindah Lagi ke Nusakambangan Tanpa Pemberitahuan

2 days ago 2

Senin, 11 Mei 2026 - 20:10 WIB

Jakarta, VIVA – Kabar mengenai kembali dipindahkannya Ammar Zoni ke Nusakambangan mendadak menjadi sorotan publik. Tidak hanya mengejutkan penggemarnya, pihak keluarga hingga kuasa hukum Ammar mengaku sama sekali tidak mendapat informasi resmi terkait pemindahan tersebut.

Pengacara Ammar, Krisna Murti, mengungkap bahwa dirinya baru mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan media. Ia menegaskan hingga kini belum ada surat resmi maupun pemberitahuan lisan yang diterima pihak keluarga ataupun tim kuasa hukum. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Namun demikian, sampai saat ini kami tegaskan sebagai kuasa hukum, dengan keluarganya, tidak ada pemberitahuan secara tertulis ataupun lisan terhadap keputusan ini,” ujar Krisna Murti saat ditemui di kawasan PIK pada Minggu, 10 Mei 2026.

Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Pemindahan Ammar Zoni

Menurut Krisna, pihaknya menghormati kewenangan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait penempatan narapidana. Namun, ia mempertanyakan alasan Ammar dikategorikan sebagai warga binaan dengan status high risk hingga dipindahkan ke Nusakambangan.

Ia menyebut tim hukum akan segera mengirim surat resmi kepada Dirjen Lapas untuk meminta penjelasan lengkap mengenai dasar keputusan tersebut.

“Kami akan minta surat keputusan bahwa Ammar Zoni dikatakan sebagai warga binaan dengan klasifikasi high risk. Berdasarkan asesmen apa?” kata Krisna.

Selain itu, pihaknya juga meminta penjelasan mengenai urgensi pemindahan Ammar ke Nusakambangan. Krisna menilai selama ini Ammar lebih dikenal sebagai pengguna narkoba, bukan bandar besar ataupun bagian dari jaringan internasional.

“Dari track record perjalanan kasusnya, Ammar adalah sebagai pengguna. Jadi di mana high risk-nya dan urgensinya seperti apa?” lanjutnya.

Disebut Mengalami Trauma Berat

Krisna Murti juga mengungkap kondisi psikologis Ammar Zoni setelah kembali dipindahkan ke Nusakambangan. Berdasarkan cerita timnya, Ammar disebut mengalami trauma berat dan sempat menangis.

“Menurut tim saya, dia menangis kondisinya. Karena berbeda sekali, cukup menakutkan dan cukup menyeramkan,” ungkap Krisna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan Ammar bahkan sempat berharap agar tidak kembali ditempatkan di Nusakambangan karena pengalaman sebelumnya membuatnya merasa tertekan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dokter Kamelia yang mengaku menerima surat langsung dari Ammar sebelum dipindahkan.

Halaman Selanjutnya

“Bantu aku, jangan sampai aku ke NK karena aku sangat trauma,” kata Kamelia menirukan isi surat Ammar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |