Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara kerja teknologi, tetapi juga membuka peluang kerja baru yang sebelumnya tidak pernah ada. Kini, tren tersebut semakin berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk melatih sistem AI agar semakin canggih dan akurat.
Di tengah booming industri ini, LinkedIn diam-diam mulai mengambil langkah. Platform jejaring profesional tersebut disebut tengah mengembangkan model bisnis baru yang berpotensi mengubah lanskap pekerjaan digital ke depan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
LinkedIn dikonfirmasi sedang dalam tahap awal mengembangkan “AI labor marketplace”, sebuah platform yang memungkinkan individu mendapatkan bayaran untuk melatih sistem kecerdasan buatan. Dalam skema ini, pekerja bisa memperoleh hingga US$150 per jam atau setara sekitar Rp2,55 juta.
"Pekerjaan pelatihan AI saat ini menjadi salah satu kategori pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Serikat," ujar seorang juru bicara LinkedIn, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Selasa, 14 April 2026.
Pekerjaan tersebut melibatkan peran manusia dalam meningkatkan kualitas chatbot atau sistem AI. Para pekerja bertugas menilai jawaban AI, menguji batas kemampuan sistem, serta membantu menyempurnakan hasil agar lebih akurat dan relevan.
LinkedIn bahkan telah membuka lebih dari selusin lowongan publik untuk posisi ini. Beberapa di antaranya menawarkan bayaran yang cukup tinggi tergantung keahlian.
Misalnya, seseorang dengan keahlian di bidang Excel dan keuangan bisa mendapatkan hingga US$100 per jam atau sekitar Rp1,7 juta. Profesi perawat juga ditawarkan dengan kisaran bayaran serupa. Sementara itu, posisi dengan bayaran tertinggi, yakni pelatih AI untuk insinyur perangkat lunak senior, mencapai US$150 per jam atau setara Rp2,55 juta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, tersedia pula peran lain seperti ahli bahasa Jermanik dan Nordik dengan bayaran hingga US$100 per jam, serta pekerjaan “red teaming” yang bertugas menguji keamanan sistem AI dengan bayaran sekitar US$40 hingga US$50 per jam atau sekitar Rp680 ribu hingga Rp850 ribu.
Untuk mempermudah akses, LinkedIn juga meluncurkan fitur notifikasi yang memberi tahu pengguna saat ada peluang kerja pelatihan AI yang sesuai dengan keahlian mereka.
Halaman Selanjutnya
Langkah ini secara langsung menempatkan LinkedIn sebagai pesaing baru bagi perusahaan rintisan di sektor pelatihan AI. Sejumlah startup seperti Scale AI dan Mercor sebelumnya telah lebih dulu mengembangkan bisnis serupa.

2 weeks ago
16
























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)

