Lebanon Tolak Perjanjian Apapun Jika Israel Tak Tarik Pasukan

8 hours ago 1

Jumat, 24 April 2026 - 11:02 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Lebanon tidak akan menandatangani perjanjian apa pun dengan Israel kecuali perjanjian tersebut mencakup "penarikan penuh" pasukan Israel dari wilayahnya, demikian dilaporkan Washington Post pada Kamis, mengutip Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam.

"Kita tidak dapat hidup dengan adanya zona penyangga… kehadiran Israel di mana pengungsi Lebanon tidak diizinkan untuk kembali, di mana desa dan kota yang hancur tidak dapat dibangun kembali," kata Salam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan pada awal pekan ini bahwa kesediaan Lebanon untuk bernegosiasi dengan Israel bukan berarti Beirut telah menyerah dan siap untuk membuat konsesi, tetapi untuk mencari solusi permanen atas konflik bersenjata tersebut.

Pada 15 April, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan niatnya untuk menghancurkan kota Bint Jbeil di Lebanon, menyebutnya sebagai benteng gerakan Hizbullah di Lebanon selatan.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Lebanon dan Israel akan mengadakan putaran kedua pembicaraan di Washington pada tingkat duta besar. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pada 17 April.

Meskipun demikian, tentara Israel dituduh secara rutin melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan udara dan artileri serta serangan pesawat tak berawak. (Ant)

Demonstran memprotes aksi militer di Iran pasca pernyataan Trump soal gencatan senjata

IRGC Pastikan Iran Aman, Siap ‘Hantam’ AS dan Sekutunya Jika Kembali Berulah

Komandan senior RGC menegaskan kondisi keamanan Iran saat ini kuat. Dia juga mengancam akan memberikan pukulan besar kepada musuh jika kembali buat kesalahan

img_title

VIVA.co.id

24 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |