VIVA – Legenda Swedia, Zlatan Ibrahimovic, melontarkan kritik pedas kepada winger Timnas Inggris, Noni Madueke, usai penampilannya saat menghadapi Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026.
Meski Inggris sukses bangkit dan menang 2-1 atas Norwegia untuk mengamankan tiket ke semifinal, performa Madueke justru menjadi sorotan. Winger berusia 24 tahun itu dinilai tampil jauh di bawah ekspektasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejak awal pertandingan, Madueke beberapa kali gagal memaksimalkan peluang. Salah satunya saat menerima umpan silang dari Elliot Anderson. Alih-alih menciptakan ancaman, bola kirimannya justru meluncur keluar lapangan.
Ia juga berkali-kali gagal melewati pemain bertahan Norwegia dalam duel satu lawan satu. Penampilannya itu membuat Ibrahimovic tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.
Saat menjadi analis di Fox Sports pada jeda babak pertama, mantan striker Manchester United dan AC Milan itu melontarkan komentar yang sangat tajam.
"Inggris sejauh ini bermain dengan satu pemain lebih sedikit karena Madueke ada di lapangan," kata Ibrahimovic.
Zlatan menilai setiap kali Madueke menguasai bola, keputusan yang diambil selalu keliru. Bahkan, ia menyebut pemain Chelsea tersebut terlihat berjalan-jalan di lapangan.
"Setiap kali dia mendapatkan bola, dia selalu mengambil keputusan yang salah. Kalau saya Thomas Tuchel, saya akan langsung menggantinya karena dalam 45 menit pertama dia tidak memberikan apa pun. Bahkan jeda minum pun tidak membantunya," lanjut Ibrahimovic.
Tak hanya Zlatan, mantan kapten Manchester United, Gary Neville, juga ikut mengkritik performa Madueke.
Menurut Neville, masalah terbesar Madueke ada pada teknik saat melepaskan umpan silang. Ia menilai sang winger terlalu terburu-buru sehingga kehilangan kontrol.
"Dia berlari terlalu cepat dan tidak mengatur langkah sebelum mengirim umpan. Akibatnya, kualitas crossing-nya menjadi buruk," ujar Neville.
Neville bahkan membandingkan Madueke dengan para winger kelas dunia seperti Riyad Mahrez, Mohamed Salah, Thierry Henry, hingga David Beckham.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, para pemain elite selalu memiliki ciri khas yang sulit dihentikan lawan meski semua orang tahu apa yang akan mereka lakukan.
"Sebagai winger, Anda harus punya dua atau tiga senjata utama yang benar-benar dikuasai. Itulah yang membuat pemain-pemain terbaik begitu mematikan," katanya.
Halaman Selanjutnya
Terlepas dari kritik yang menghujani Madueke, Inggris tetap berhasil memastikan tempat di semifinal. Jude Bellingham tampil sebagai pahlawan dengan memborong dua gol untuk membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal oleh gol Andreas Schjelderup.

3 hours ago
1











