Lulusannya Masuk Forbes, Program Ini Sukses Cetak Startup Disabilitas

1 week ago 4

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:16 WIB

Jakarta, VIVA - SEED Inclusivity Program Demo Day menampilkan berbagai inovasi teknologi yang dibuat khusus untuk membantu teman-teman disabilitas. Ajang ini merupakan tahap kedua dari rangkaian program SEED Inclusivity yang diinisiasi oleh Seedstar dengan dukungan Visa Foundation.

Berbeda dengan acara teknologi pada umumnya, Demo Day kali ini menampilkan 17 perusahaan rintisan atau startup teknologi yang berasal dari berbagai negara di Asia menampilkan beragam solusi, serta inovasi teknologi dengan fokus pada inklusi disabilitas di Jakarta, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seedstars bersama para startup yang tergabung dalam program ini ingin menyasar segmentasi pasar yang masih terabaikan di kawasan Asia, yang memiliki sekitar 690 juta penyandang disabilitas. Hadirnya program ini diharapkan mampu menjembatani pendanaan pasar yang memiliki potensi besar ini.

Hal itu terlihat dari 15 startup tahap pertama SEED Inclusivity yang telah menunjukkan skala pertumbuhan yang signifikan, dengan dampak menjangkau hampir tiga juta orang serta berhasil menggalang pendanaan lanjutan lebih dari US$12 juta.

Keberhasilan ini juga tercermin dari pengalaman alumni Rezki Achyana, founder and ceo Parakerja, yang masuk dalam daftar 'Forbes 30 Under 30 Asia' pada 2024.

Sejak mengikuti tahap pertama program ini, platform penempatan kerja disabilitas mereka memperoleh peningkatan pendapatan tahunan sebesar 42 persen, serta pertumbuhan tim penuh waktu dari 9 menjadi 16 karyawan.

Menegaskan pencapaian tersebut, Archie Moberly, program lead SEED Inclusivity, menyampaikan bahwa apa yang terjadi di Jakarta memperkuat keyakinan yang telah dibangun sejak awal program ini berjalan.

“Apa yang kami lihat di Jakarta menegaskan sesuatu yang telah kami ketahui sejak memulai program ini. Ketika hambatan antara para founder penyandang disabilitas dan sistem pendukung yang tersedia bagi wirausahawan lainnya dihilangkan, maka hasilnya akan berbicara akselerator asal India, Indonesia, dan negara Asia,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa startup asal Indonesia dengan inovasi mereka yang siap menjawab kebutuhan pasar lokal, yakni:

- PetaNetra: Navigasi berbasis AR dan AI untuk membantu penyandang tunanetra bergerak mandiri di area indoor.
- Silang.id: Platform digital yang menghubungkan komunitas Tuli dengan penerjemah bahasa isyarat secara on-demand.
- Karla Bionics: Mengembangkan perangkat bionik dan alat rehabilitasi melalui riset yang berfokus pada kebutuhan pengguna (user-centric).
- Startup menarik lainnya termasuk Bioniks (Pakistan) yang menyediakan kaki palsu berbasis AI dengan harga terjangkau, dan I-Stem (India/USA) yang menggunakan AI untuk membuka akses karir dan pendidikan digital.

Ilustrasi lari

Lari Sambil Belajar Empati, Bisa Merasakan Dunia Anak Berkebutuhan Khusus

Tidak sekadar olahraga, sejumlah komunitas dan organisasi mulai menggabungkan aktivitas fisik dengan kampanye sosial, salah satunya melalui ajang lari inklusif.

img_title

VIVA.co.id

24 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |