Luncurkan Indonesia Short Course Emerging Series, KONI Bidik Atlet Renang Tembus Final Olimpiade 2032

2 days ago 4

Senin, 11 Mei 2026 - 13:14 WIB

VIVA – Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES) resmi diperkenalkan sebagai ajang kompetisi renang kolam pendek tingkat nasional yang akan berlangsung di Stadion Akuatik GBK pada 4-6 Juni 2026. 

Kompetisi hasil kolaborasi Federasi Akuatik Indonesia dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) ini digelar untuk memperkuat ekosistem pembinaan atlet renang nasional yang lebih terstruktur, sebagai generasi penerus atlet nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Harian Federasi Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, menyambut positif hadirnya kompetisi tersebut. Ia menegaskan bahwa ISCES menjadi bagian penting dalam roadmap pembinaan olahraga akuatik nasional menuju Olimpiade 2032 dan visi Indonesia Emas 2045.

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo

Photo :

  • VIVA/Surya Aditiya

“Karena kita sudah menyusun suatu Roadmap Pembinaan Akuatik Indonesia ke Olimpiade 2032 dan juga menuju Indonesia Emas 2045. Di mana targetnya bukan hanya SEA Games, tapi kita berharap di Olimpiade 2032 minimal kita bisa masuk final,” ujar Harlin di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Senin 11 Mei 2026.

Menurut Harlin, pembinaan usia dini menjadi fondasi penting dalam sistem Long Term Athlete Development (LTAD) yang tengah dijalankan Federasi Akuatik Indonesia. Ia menyebut peserta kelompok umur di bawah 11 tahun menjadi bagian awal dari pembinaan berkelanjutan menuju level elite atlet di masa depan.

“Pembinaan itu tidak boleh berhenti dan terus berlangsung dari kelompok umur usia dini bahkan sampai nanti elit atlet ke depannya,” katanya.

Harlin juga menilai cabang olahraga akuatik memiliki potensi besar sebagai lumbung medali Indonesia di multi-event internasional. Ia menyebut saat ini jumlah medali emas yang diperebutkan di cabang renang sudah lebih dari 40 nomor, belum termasuk disiplin akuatik lain seperti loncat indah, polo air, open water swimming, dan artistic swimming.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain fokus pada prestasi, Harlin turut mendorong penguatan budaya berenang di masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak menggaungkan gerakan “Ayo Berenang” karena renang dinilai tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga penting sebagai survival skill bagi masyarakat Indonesia.

“Kita juga berharap renang ini bisa masuk lagi ke kurikulum sekolah seperti tahun 80-an dan 90-an ketika renang masih wajib. Paling tidak kita ingin menyehatkan masyarakat Indonesia,” ucap Harlin.

Halaman Selanjutnya

Dukungan terhadap penyelenggaraan Indonesia Short Course Emerging Series juga datang dari Ketua Umum KONI, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman. Dalam sambutannya, Marciano menyebut kerja sama antara KONI Pusat, Federasi Akuatik Indonesia, dan sektor swasta menjadi langkah penting dalam memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |