Senin, 11 Mei 2026 - 09:42 WIB
VIVA – Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, dibebaskan dari penjara, Senin, 11 Mei 2026, setelah menjalani hukuman satu tahun penjara sejak September tahun lalu karena perkara korupsi.
Thaksin Shinawatra merupakan perdana menteri Thailand pada tahun 2001 dan lagi pada tahun 2005, dan mengasingkan diri setelah masa jabatan keduanya digulingkan oleh kudeta militer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tokoh politik berpengaruh di Thailand itu dibebaskan lebih awal karena pertimbangan usia dan pertimbangan administratif bahwa masa hukumannya telah kurang dari satu tahun. Miliarder berusia 76 tahun itu akan diwajibkan mengenakan alat pemantau elektronik selama masa percobaan empat bulannya.
Dengan rambut dipangkas pendek dan mengenakan kemeja putih sederhana, Thaksin keluar dari penjara Senin pagi sekitar pukul 7.40 waktu setempat, disambut oleh anggota keluarganya, termasuk termasuk putrinya, Paetongtarn Shinawatra, yang dipecat sebagai perdana menteri oleh perintah pengadilan Agustus lalu, beberapa minggu sebelum penahanannya.
Thaksin memeluk anggota keluarganya di luar penjara tempat beberapa ratus pendukung yang mengenakan kemeja merah khas mereka telah berkumpul sejak dini hari Senin, beberapa di antaranya meneriakkan "kami mencintai Thaksin", kata seorang reporter AFP.
Thaksin, yang tersenyum dan melambaikan tangan kepada kerumunan pendukung yang mengenakan pakaian merah, tidak berbicara dengan wartawan di luar penjara sebelum pergi dengan mobil.
Bebas Bersyarat
Departemen Pemasyarakatan Thailand mengumumkan pembebasan bersyarat Thaksin bulan lalu, dengan alasan usianya sudah lanjut 76 tahun, dan fakta bahwa ia hanya memiliki waktu kurang dari satu tahun lagi untuk menjalani hukuman sebagai alasan pembebasan dini.
Thaksin dipenjara setelah Mahkamah Agung memutuskan tahun lalu bahwa ia secara tidak sah menjalani hukuman tahun 2023 di sebuah ruangan rumah sakit daripada di sel penjara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia terpilih sebagai perdana menteri pada tahun 2001 dan lagi pada tahun 2005, dan mengasingkan diri setelah masa jabatan keduanya digulingkan oleh kudeta militer. Setelah kembali ke Thailand pada Agustus 2023, ia dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Namun, alih-alih dipenjara, ia dibawa ke kamar pribadi di sebuah rumah sakit dengan alasan kesehatan, hukumannya dikurangi menjadi satu tahun melalui pengampunan kerajaan, dan ia dibebaskan sebagai bagian dari skema pembebasan dini untuk tahanan lanjut usia.
Halaman Selanjutnya
Waktu kepulangannya dan pemindahan medisnya, bertepatan dengan pembentukan pemerintahan baru Pheu Thai, memicu kecurigaan publik tentang kesepakatan rahasia dan tuduhan perlakuan khusus.

3 days ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)