Media (dan Media Online) Pilar Demokrasi, Harus Netral!

6 days ago 5

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:13 WIB

Artikel opini ini ditulis Prof. Didik J Rachbini, Ph.D. Rektor Universitas Paramadina

VIVA – Mengapa media harus netral? Pertanyaan ini penting karena semakin modern suatu negada dan semakin terdidik masyarakat, maka media harus tampil  menjadi Ruang Publik (Public Sphere) yang mencerahkan - bukan alat partai politik, penguasa atau kelompok tertentu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Media seharusnya menjadi ruang diskusi rasional tempat masyarakat untuk dialog yang dialogis, bertukar gagasan, melakukan peran check and balances dan membangun opini publik yang sehat.

Jika media menjadi alat propaganda, maka dia tidak akan menjadi arena deliberasi demokratis, tetapi menjadi bagian dari kementerian pemerintah.

Yang paling gagah dan bermartabat media tampil sebagai pilar keempat demokrasi.  Sebagai Pilar Keempat Demokrasi, media melakukan fungsi pengawasan, bukan menutup-nutupi jika ada penyimpangan, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. 

Contoh peran media yang paling dan lebih ideal lagi adalah investigasi korupsi karena korupsi merupakan kejahatan ekstra ordinary.  Jika perlu melakukan kritik terhadap kebijakan karena kritik tersebut akan semakin membuat kebijakan pemerintah semakin legitimate.

Jika media tidak netral, maka akan muncul arus propaganda dan pencitraan, yang tidak ada gunanya bagi publik dan bagi perbaikan demokrasi. Media dengan teknologi bigdata dan IT bisa berubah menjadi mesin framing pembentuk persepsi, yang palsu dan menjadi alat propaganda politik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Informasi dibuat dari media seperti ini tidak lebih dari membangun citra ala konsultan politik dan narasi yang tidak menjelaskan realitas, tetapi bahkan bisa dipakai memanipulasi opini publik.  Dalam ilmu komunikasi politik ini sering disebut  manufacturing consent.

Jadi pemerintah tidak perlu mengumpulkan, mengorganisasikan, memberi arahan kepada media-media yang ada dan sudah berkembang memainkan peranannya sendiri. Jika dikumpulkan dan  diorganisir seperti itu, maka fungsi menerangi ruang publik secara sehat akan hilang.  Peranan sebagai watchdog akan berhenti dan bisa jadi menjadi alat legitimasi saja.

ilustrasi Media.

Apa Itu Homeless Media yang Tengah Ramai Diperbincangkan?

Istilah homeless media tengah ramai diperbincangkan di media sosial usai pernyataan Kepala Badan komunikasi RI, Muhammad Qodari. Lantas apa itu Homeless media?

img_title

VIVA.co.id

7 Mei 2026

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |