Senin, 11 Mei 2026 - 21:10 WIB
VIVA –Sebuah laporan dari media lokal menyebut Israel masih mencari cara efektif untuk menghadapi drone canggih milik Hizbullah di Lebanon Selatan. KAN, media penyiaran publik Israel mengutip sejumlah sumber menyebut militer negara tersebut baru-baru ini mulai menempatkan sistem penargetan pintar di Lebanon Selatan guna meningkatkan kemampuan mereka dalam melacak dan mencegat drone Hizbullah.
Laporan tersebut menyebut ratusan alat bidik malam ’dagger’ telah dibagikan kepada milite Israel untuk meningkatkan akurasi tembakan terhadap target bergerak pada malam hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman presstv.ir, berdasarkan laporan tersebut, drone milik Hizbullah yang berbasis serat opti kini menjadi salah satu ancaman paling serius bagi militer Israel di Lebanon Selatan. Artinya karena drone tersebut sulit dideteksi dan hingga kini Israel belum mampu mencegatnya secara konsisten.
Akhir bulan lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengaku bahwa rudal dan drone Hizbullah menjadi dua ancaman besar bagi negaranya. Dia bahkan meminta para komandan militer Israel untuk segera mencari solusi. Pengakun ini menjadi pengakuan terbuka pertama yang jarang terkait kelemahan militer Israel.
Pada Sabtu lalu, militer Israel mengatakan serangan drone Hizbullah melukai seorang perwira dan dua tentara Israel di Lebanon Selatan. Salah satu korban bahkan dilaporkan dalam kondisi serius.
Sementara itu, Hizbullah mengklaim telah melakukan sejumlah operasi yang menargetkan kendaraan militer Israel, titik kumpul pasukan, dan posisi-posisi militer di Lebanon selatan. Kelompok tersebut juga menyatakan berhasil mencegat sebuah drone Israel dalam periode yang sama.
Hizbullah menegaskan operasi-operasi tersebut dilakukan sebagai respons langsung atas pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel serta serangan berulang ke wilayah sipil di Lebanon selatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 17 April dan diperpanjang hingga pertengahan Mei, Israel disebut masih terus melancarkan serangan harian di Lebanon.
Serangan Israel ke Lebanon sejak 2 Maret dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.700 orang dan membuat lebih dari satu juta warga sipil mengungsi.
Israel Dilaporkan Krisis Personel Milter
Panglima Militer Israel menyebut militer negaranya sangat membutuhkan tambahan personel secapat mungkin di tengah perang yang terus berlangsung saat ini.
VIVA.co.id
11 Mei 2026

2 days ago
6











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)