London, VIVA – Kabar duka menghampiri Timnas Belanda dan Tottenham Hotspur. Gelandang kreatif, Xavi Simons, dipastikan harus mengubur mimpinya tampil di Piala Dunia 2026 setelah menderita cedera parah, yakni robek ligamen lutut anterior (ACL).
Cedera ini menjadi tamparan keras bagi Simons mengingat pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut akan bergulir dalam waktu kurang dari dua bulan. Tidak hanya itu, Tottenham juga harus kehilangan pilar utamanya di saat klub sedang berjuang mati-matian untuk keluar dari jurang degradasi Liga Inggris.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ungkapan Kesedihan Simons
Melalui akun Instagram pribadinya, pemain berusia 23 tahun itu mencurahkan rasa frustrasinya. Simons tidak mampu menyembunyikan rasa patah hati atas situasi yang ia sebut sebagai ketidakadilan hidup.
"Orang-orang bilang hidup bisa jadi kejam dan hari ini terasa seperti itu. Musim saya berakhir secara tiba-tiba dan saya hanya mencoba untuk mencernanya. Sejujurnya, saya patah hati," tulis Simons dalam unggahannya.
Ia menambahkan bahwa hal yang paling menyakitkan adalah ketidakmampuannya untuk membantu tim di masa-masa sulit. "Semua ini tidak masuk akal. Yang saya inginkan hanyalah berjuang untuk tim saya dan sekarang kemampuan untuk melakukan itu telah direnggut dari saya, bersama dengan Piala Dunia."
Kronologi Cedera di Stadion Molineux
Petaka tersebut terjadi saat Tottenham bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers, Sabtu (25/4). Meski laga berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk The Lilywhites, kemenangan tersebut harus dibayar sangat mahal.
Pada menit ke-63, lutut Simons terpelintir saat ia tengah berlari kencang mengejar bola. Ia pun harus ditandu keluar lapangan dengan ekspresi kesakitan yang mendalam. Kemenangan atas Wolves sebenarnya merupakan tiga poin perdana Spurs dalam 16 pertandingan terakhir, namun hilangnya Simons membuat suasana di ruang ganti terasa getir.
Krisis Pemain di Bawah Roberto De Zerbi
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Absennya Simons menjadi kerugian besar bagi pelatih baru Tottenham, Roberto De Zerbi. Padahal, De Zerbi sangat mengandalkan kreativitas Simons untuk mendongkrak performa tim yang kini masih terjebak di peringkat ke-18 klasemen sementara.
Tottenham saat ini terpaut dua poin dari zona aman yang ditempati West Ham United dengan hanya menyisakan empat pertandingan krusial. Situasi semakin pelik karena sebelum laga melawan Wolves, De Zerbi sudah kehilangan sembilan pemain akibat cedera. Badai cedera ini juga bertambah panjang setelah penyerang Dominic Solanke turut mengalami masalah otot dalam pertandingan yang sama.
Halaman Selanjutnya
Kini, dengan skuat yang semakin pincang, Tottenham harus bersiap menghadapi tantangan berat berikutnya saat bertandang ke markas Aston Villa pada Senin (4/5) mendatang. Tanpa Simons, perjuangan Spurs untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris dipastikan akan menjadi jauh lebih terjal.

4 days ago
2



























