Jakarta, VIVA – Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe Letto akhirnya memberikan klarifikasi terbuka terkait penunjukannya sebagai Tenaga Ahli (TA) Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Keputusan musisi sekaligus pemikir publik ini untuk bergabung dalam lingkar pemerintahan menuai pro dan kontra, terutama dari kalangan yang selama ini mengenalnya sebagai figur kritis terhadap kebijakan negara. Scroll lebih lanjut yuk!
Menanggapi berbagai kekhawatiran tersebut, Noe Letto memanfaatkan kanal YouTube pribadinya untuk menjelaskan posisi dan batasan perannya di DPN.
Ia menegaskan bahwa jabatan Tenaga Ahli bukanlah pembuat kebijakan atau regulasi. Peran utama yang diembannya lebih pada pemberian masukan, analisis situasi strategis, serta penyusunan rekomendasi berbasis data dan kajian.
Meski demikian, Noe mengakui publik memiliki kekhawatiran wajar terkait potensi hilangnya sikap kritis setelah dirinya “masuk ke dalam sistem”.
Ia justru menyebut keputusannya bergabung sebagai sebuah eksperimen sosial dan politik untuk membangun standar baru dalam relasi pejabat dengan masyarakat.
“Ada satu eksperimen dengan pejabat untuk membuat framework bagaimana seharusnya pejabat berinteraksi dengan masyarakat,” ungkap Noe, mengutip video kanal YouTube Sabrang MDP Official, Jumat 23 Januari 2026.
“Karena tidak ada yang mau melakukan, ya wis yo tak mangkat (ya sudah saya berangkat) eksperimen,” sambungnya.
Dalam pernyataan yang paling menyita perhatian publik, Noe secara terbuka menyampaikan kesiapannya untuk mundur dari jabatan Tenaga Ahli apabila kontribusinya tidak berdampak nyata.
Ia menegaskan tidak ingin berada di posisi yang hanya bersifat simbolis tanpa pengaruh kebijakan.
“Kalau tidak didengarkan yo piye (ya gimana). Tapi kalau ternyata saya lama di sana ngasih rekomendasi dan nggak kepake juga, ya tinggal keluar, tinggal resign,” jawab Noe.
“Karena memang tidak ada gunanya di sana. Kita lihat setahun aja,” tambahnya.
Lebih lanjut, Noe menilai posisi Tenaga Ahli dipilih karena relatif independen dan tidak terikat kepentingan partai politik.
“Kenapa posisi TA tepat? Itu jauh lebih enak daripada posisi masuk lewat partai, karena nanti kamu patuh sama partai,” jelasnya.
Halaman Selanjutnya
Adapun tujuan besar yang ingin dicapai Noe adalah menjembatani jurang kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai konflik komunikasi dan prasangka timbal balik menjadi masalah utama dalam tata kelola negara saat ini.

1 day ago
3















