Pakar Psikologi Unair Bagikan Tips Siapkan Mental Mahasiswa Baru Jelang Kuliah

9 hours ago 5

loading...

Memasuki dunia perkuliahan menjadi fase baru yang penuh tantangan bagi mahasiswa baru. Foto/Unair.

JAKARTA - Memasuki dunia perkuliahan menjadi fase baru yang penuh tantangan bagi mahasiswa baru . Tidak hanya kesiapan akademik, kesehatan mental dan kemampuan beradaptasi juga menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu menjalani kehidupan kampus dengan baik sejak semester pertama.

Pakar Psikologi Perkembangan dan Pendidikan dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ( Unair ), Dr. Dewi Retno Suminar mengungkapkan bahwa tantangan mental yang sering dialami mahasiswa baru adalah proses penyesuaian diri dengan lingkungan yang benar-benar baru.

Baca juga: MNC University Gelar Webinar 'Beyond Smart' Bersama MNC Sekuritas untuk Dorong Literasi Finansial Gen Z

"Tantangan terbesar adalah adaptasi dengan lingkungan baru, mengingat teman maupun suasana yang juga baru. Kegagalan dalam beradaptasi menjadi sumber tantangan mental utama bagi mahasiswa baru," ujar Dewi, dikutip dari laman Unair, Selasa (4/8/206).

Bangun Relasi Sejak Hari Pertama

Dewi menjelaskan bahwa mahasiswa baru sebaiknya mulai membangun hubungan sosial sejak hari pertama berada di kampus. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau organisasi yang sesuai dengan minat.

Melalui komunitas tersebut, mahasiswa dapat bertemu dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan serupa sehingga proses adaptasi menjadi lebih mudah. Selain itu, keberadaan teman sebaya juga dapat menjadi sumber dukungan ketika menghadapi tekanan, kecemasan, maupun stres selama menjalani perkuliahan.

Baca juga: Mau Kuliah di Luar Negeri? Ini 10 Kota Terbaiknya Berdasarkan QS Best Student Cities 2027

"Wajib bagi mahasiswa baru mencoba mendapatkan teman. Interaksi dengan teman yang memiliki minat yang sama akan membantu proses adaptasi dan menjadi dukungan ketika menghadapi kecemasan maupun stres," jelasnya.

Bijak Menggunakan Media Sosial

Selain membangun relasi, Dewi juga mengingatkan mahasiswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menilai fenomena fear of missing out (FOMO) dapat meningkatkan kecemasan apabila tidak dikelola dengan baik.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |