Panda Bond Bakal Lebih Menarik dari Dim Sum Bond, Purbaya Beberkan Alasannya

2 days ago 4

Senin, 11 Mei 2026 - 17:58 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menekankan, surat utang global berdenominasi Yuan atau Panda Bond memiliki daya tarik yang lebih besar dari Dim Sum Bond.

Sebab, surat utang yang rencananya diterbitkan bulan depan itu bakal menawarkan imbal hasil (yield) yang lebih kompetitif dibandingkan dengan Dim Sum Bond yang dirilis pada Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Purbaya menjelaskan, Panda Bond nantinya akan menawarkan imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan Dim Sum Bond.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dimana, imbal hasil Dim Sum Bond sebelumnya berkisar pada rentang 2,5 persen hingga 2,9 persen. Sementara saat ini, penawaran imbal hasil di pasar keuangan China berada pada rentang 2,3 persen hingga 2,5 persen.

Namun, Purbaya mengaku belum menentukan target jumlah penerbitan Panda Bond. Dia hanya memberikan arahan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, untuk membuka penawaran Panda Bond dalam jumlah besar bila menerima penawaran masuk tinggi.

Penerbitan obligasi ini bakal menambah diversifikasi portofolio RI, sehingga mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar AS.

“Saya bilang ke Pak Minto (Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko) kalau banyak peminatnya, perbanyakkan di situ. Kalau bunganya lebih rendah, kan hemat kita,” kata Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Sebelumnya, Purbaya menjelaskan penerbitan Panda Bond merupakan strategi diversifikasi pembiayaan, agar APBN lebih kokoh karena tidak bergantung pada satu sumber tertentu.

Dia melanjutkan, China memiliki likuiditas yang memadai serta pasar keuangan berkapasitas besar sehingga diyakini mampu menyerap instrumen utang pemerintah Indonesia. Selain itu, pasar keuangan China juga menawarkan imbal hasil (yield) kompetitif dengan rentang 2,3 persen hingga 2,5 persen.

Faktor potensial lainnya, menurut Purbaya, yaitu pasar China menaruh kepercayaan yang cukup kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia, sehingga penilaiannya tak rentan terpengaruh oleh peringkat kredit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun mengaku telah bertemu dengan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), di mana China menyatakan siap untuk berpartisipasi dalam penerbitan Panda Bond.

Sebagai timbal balik dari intensi penerbitan Panda Bond, Pemerintah Indonesia juga membuka peluang bagi China untuk menerbitkan surat utang atau obligasi di pasar domestik. (Ant).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Gaji Manajer KDMP Dibayar APBN, Purbaya Jamin Tak Akan Tambah Defisit APBN

Purbaya menjelaskan, skema pembayaran gaji untuk manajer KDMP nantinya akan dilakukan secara bertahap dimana sumber anggaran pada dua tahun pertama akan berasal dari APBN

img_title

VIVA.co.id

11 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |