PBB Sebut Jalur Gaza Tempat 'Mematikan' Bagi Para Jurnalis, Hampir 300 Wartawan Dilaporkan Tewas

1 week ago 4

Senin, 4 Mei 2026 - 11:48 WIB

Jakarta, VIVA – Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyebutkan bahwa Jalur Gaza merupakan tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis.

Lewat sebuah unggahan di X yang menandai Hari Kebebasan Pers Dunia, badan PBB itu mendesak komunitas internasional untuk melakukan tindakan nyata dan bukan hanya sekadar menyampaikan kecaman dan solidaritas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihaknya menekankan pentingnya akuntabilitas, perlindungan bagi jurnalis serta memastikan akses independen bagi media Internasional.

Jalur Gaza setelah gencatan senjata (ilustrasi)

Photo :

  • ANTARA/Anadolu/py

Sementara itu, Kepala HAM PBB Volker Türk mengatakan perang yang hingga kini masih berlangsung di Gaza telah menjadi jebakan maut bagi media.

OHCHR telah memverifikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023, ketika Zionis Israel mulai meluncurkan agresi ke Gaza.

Selain itu, sejumlah besar jurnalis juga mengalami luka selama melakukan peliputan di wilayah kantong tersebut, katanya. 

Diketahui, Palestina mendesak jurnalis dan asosiasi kewartawanan sedunia untuk bersuara dan bertindak melindungi wartawan Palestina, serta melawan upaya Israel mendelegitimasi kerja para jurnalis.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina pada Selasa menyebut Israel "pembunuh wartawan paling berbahaya" karena 230 jurnalis di Gaza telah menjadi korban kebiadaban mereka.

"Kebijakan kriminal Israel bertujuan membunuh semua saksi mata genosida yang mereka lakukan dan mengubur semua bukti kejahatan mereka," kata Kemlu Palestina di platform X.

Rezim Zionis Israel disebut telah membunuh para jurnalis dengan kejam sebagai balas dendam terhadap pihak-pihak yang menyampaikan kebenaran.

Menurut Palestina, langkah Israel yang sengaja mengincar wartawan juga menunjukkan bahwa upaya pembersihan etnis di Palestina adalah tindakan "jangka panjang dan sistematis."

Palestina mendesak jurnalis di seluruh dunia untuk tidak ikut menyebarkan narasi kebohongan dan propaganda Israel serta menolak upaya dehumanisasi dan delegitimasi jurnalis Palestina.

Warga Palestina mengambil bantuan yang dijatuhkan di pantai Zawaida, Jalur Gaza

Photo :

  • AP Photo/Abdel Kareem Hana

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tak ada jurnalis yang boleh terlibat dalam penghasutan dan pembunuhan jurnalis lain," kata Kemlu Palestina.

Palestina juga memuji para wartawan yang teguh menjalankan tugas jurnalistiknya dengan profesionalisme tinggi dan komitmen terhadap kebenaran meski menghadapi situasi yang amat buruk. (Ant)

 Pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah

AS Akan Tutup Misinya di Gaza, Diganti Pasukan Stabilisasi Internasional di Bawah Board of Peace

Pusat Koordinasi Sipil-Militer (CMCC) yang dikelola militer AS di Israel Selatan segera ditutup dilebur ke ISF dan berganti nama Pusat Dukungan Gaza Internasional.

img_title

VIVA.co.id

2 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |