Pendekatan Berbasis Data Ubah Cara Perusahaan Hadapi Regulasi

1 week ago 12

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:55 WIB

Jakarta, VIVA – Perubahan pendekatan dalam hubungan antara dunia usaha dan regulator semakin menekankan penggunaan data, transparansi, serta dialog yang lebih terstruktur. Sejumlah perusahaan kini memperkuat fungsi kebijakan dan advokasi agar lebih selaras dengan dinamika regulasi yang terus berkembang.

Hal tersebut diungkap Dian Widyanarti, Head of Corporate & Regulatory Affairs Bentoel Group. ”Saya percaya bahwa regulasi yang efektif hanya dapat terwujud melalui keterbukaan, kepercayaan, dan dialog yang konstruktif lintas sektor, sehingga pada akhirnya dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat dan ekosistem industri secara keseluruhan,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Rabu, 6 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dian sendiri empunyai pengalaman lebih dari dua dekade di bidang corporate affairs, ia dikenal mendorong pendekatan yang menghubungkan kepentingan industri dengan kebijakan publik melalui kerja sama lintas pihak.

Di bawah kepemimpinannya, fungsi Corporate & Regulatory Affairs perusahaannya disebut mengembangkan pendekatan regulasi yang lebih berbasis data dan terukur. Pendekatan ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kepatuhan regulasi dan keberlanjutan operasional industri. 

Selain aspek kepatuhan, pendekatan tersebut juga dikaitkan dengan penguatan dampak sosial melalui program Empower Academy yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan inklusi ekonomi.

“Peran kami tidak hanya berhenti pada proses advokasi, tetapi juga bagaimana memastikan bahwa setiap dialog kebijakan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik, berbasis data, serta mampu menjawab kebutuhan industri dan kepentingan publik secara seimbang,” kata perempuan yang baru saja meraih penghargaan Outstanding Leader in Regulatory Advocacy and Responsible Industry Policy dalam ajang Indonesia Leading Women Awards 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penghargaan itu sendiri diketahui diberikan kepada Dian Widyanarti pada 5 Mei 2026 atas perannya dalam memperkuat advokasi kebijakan yang bertanggung jawab serta konsistensi membangun dialog dengan regulator dan pemangku kepentingan industri.

Penghargaan tersebut diberikan kepada perempuan yang dinilai memiliki kontribusi dan dampak di berbagai bidang, serta menjadi bentuk apresiasi atas peran perempuan dalam mendorong perkembangan sosial dan ekonomi.

CEO Danantara, Rosan Roeslani

Menuju Standar OECD, Pemerintah Siap Sederhanakan Aturan Investasi

Presiden Prabowo meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, untuk memangkas sejumlah regulasi yang dinilai menghambat investasi

img_title

VIVA.co.id

22 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |