Pengadilan Iran Sita Properti Terkait Legenda Sepak Bola Ali Karimi

2 days ago 2

Senin, 11 Mei 2026 - 19:30 WIB

VIVA – Pengadilan Iran menyita beberapa properti yang terkait dengan Ali Karimi, mantan kapten tim nasional Iran, atas tuduhan mendukung permusuhan terhadap rezim, demikian dilaporkan Mizan News pada hari Senin, 11 Mei 2026.

Disebutkan bahwa dua unit bangunan komersial dan empat unit hunian telah diidentifikasi dan disita berdasarkan perintah pengadilan, dan salah satu properti tersebut milik putra pesepakbola populer itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesepakbola pembangkang yang diasingkan itu telah mendukung protes anti-rezim di Iran dalam beberapa tahun terakhir. 

Teheran telah mendakwa pesepakbola internasional Iran, Ali Karimi, secara in absentia atas dukungannya terhadap protes anti-pemerintah yang terjadi di berbagai wilayah negara tersebut.

Pesepakbola yang kini tinggal di Dubai ini merupakan mantan pemain Bayern Munich telah diduga berada di bawah tekanan pasukan keamanan Iran dalam beberapa waktu terakhir terkait unggahannya di media sosial, lapor Radio Farda.

Hal ini terjadi setelah orang-orang turun ke jalan di negara itu dalam beberapa minggu terakhir, dipicu oleh kematian Mahsa Amini pada September 2022 setelah ditangkap oleh polisi moral, karena gagal mengenakan hijab dengan benar. Amini dilarikan ke rumah sakit tak lama setelah penangkapannya dan meninggal tiga hari kemudian.

Karimi, yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemain Iran terhebat sepanjang masa itu mengutuk kematian wanita muda itu karena mendukung para pengunjuk rasa dan mendesak pasukan keamanan untuk menghindari "pertumpahan darah orang tak bersalah."

Kantor Berita Mehr melaporkan bahwa pesepakbola Iran itu telah didakwa dengan "perkumpulan dan kolusi ilegal dengan maksud untuk bertindak melawan keamanan nasional," tulis Radio Farda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Legenda sepak bola yang pernah dijuluki Maradona Asia, adalah salah satu selebriti pertama yang mengutuk kematian Mahsa Amini, tambah Radio Farda. Kematian wanita muda itu memicu gelombang protes di seluruh Iran meskipun pemerintah memperingatkan akan adanya tindakan keras.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan demonstrasi yang terjadi di beberapa kota di seluruh negeri dan di seluruh dunia untuk mendukung perjuangan tersebut. Dalam salah satu video, para pengunjuk rasa di ibu kota Iran, Teheran, terlihat berkumpul di Jalan Shariati dengan banyak wanita yang memblokir jalan tersebut sepenuhnya.

Ilustrasi bahan bakar kendaraan.

Harga BBM Naik Efek Perang, Warga Rela Irit Bensin hingga Kurangi Jalan-jalan

Harga bensin di AS melonjak akibat perang Iran. Warga mulai mengurangi perjalanan, membatalkan liburan, hingga memangkas pengeluaran rumah tangga. Baca di sini

img_title

VIVA.co.id

11 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |