Pengakuan Jujur Pelatih PSBS Biak Usai Timnya Dipastikan Degradasi ke Championship

1 week ago 12

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:02 WIB

Bogor, VIVA – PSBS Biak harus menerima kenyataan pahit setelah dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia. Kekalahan telak 4-0 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-31 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu 2 Mei 2026 petang, menjadi penentu nasib tim berjuluk Badai Pasifik tersebut. Musim depan, PSBS dipastikan akan berlaga di Championship atau kasta kedua.

Pelatih sementara (caretaker) PSBS Biak, Kahudi Wahyu Widodo, memberikan pengakuan jujur terkait penyebab kekalahan telak timnya. Menurutnya, faktor kebugaran fisik pemain menjadi kendala utama yang merembet ke urusan taktik di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Secara taktikal kami bermasalah di transisi negatif dan itu salah satunya dipengaruhi faktor fisik. Kualitas fisik pemain Persebaya memang terlihat berada di atas kami," ujar Kahudi dalam konferensi pers usai laga dilansir ANTARA.

Kalah Kelas dari Bajol Ijo

Kahudi menjelaskan bahwa dirinya sempat mencoba melakukan perubahan strategi pada babak kedua. Ia menginstruksikan skema tiga bek dan meminta pemain sayap untuk lebih agresif menekan pertahanan lawan. Namun, instruksi tersebut sulit dijalankan secara konsisten karena tenaga para pemain yang sudah terkuras.

"Strategi itu sebetulnya cukup efektif, tetapi sekali lagi faktornya adalah faktor fisik," tambahnya.

Di sisi lain, Kahudi tak segan melayangkan pujian kepada Persebaya Surabaya. Ia menilai skuat Bajol Ijo tampil sangat matang dan sabar dalam membongkar pertahanan PSBS. "Selamat untuk Persebaya. Mereka bermain cukup sabar kemudian melakukan kombinasi yang luar biasa sehingga bisa membobol gawang kami empat gol," katanya.

Apresiasi untuk Semangat Juang

Pemain Meski hasil akhir sangat mengecewakan dan memastikan timnya turun kasta, Kahudi tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para penggawa Badai Pasifik. Ia menilai Dimas Galih dan kawan-kawan telah menunjukkan profesionalisme tinggi di tengah situasi sulit yang menghimpit klub.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemain saya. Semua tahu kondisi kami seperti apa, tapi sampai terakhir mereka tetap berjuang," ucap Kahudi dengan nada bangga.

Senada dengan pelatihnya, kiper PSBS Biak, Dimas Galih Pratama, menegaskan bahwa seluruh pemain tidak menyerah begitu saja. "Kami sebagai pemain mewakili teman-teman sudah berusaha semaksimal mungkin. Hasilnya memang seperti itu, tapi kami sudah memberikan yang terbaik," tutur Dimas.

Halaman Selanjutnya

Posisi Klasemen

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |