Perkuat Operasional dan Profitabilitas, AirAsia Borong 150 Unit Airbus A220 Senilai US$19 Miliar

1 week ago 3

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:03 WIB

Jakarta, VIVA AirAsia X Berhad (AAX/AirAsia Group) melakukan pembelian 150 unit Airbus A220-300 dengan nilai sekitar US$19 miliar, guna memperkuat efisiensi operasional dan penguatan profitabilitas di tengah dinamika pasar global.

Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Group, Bo Lingam mengatakan, pembelian pesawat ini memungkinkan pihaknya membangun jaringan yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan frekuensi penerbangan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung efisiensi operasional yang lebih baik,” kata Bo Lingam dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.

[Humas AirAsia]

Photo :

  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Dia menambahkan, kesepakatan ini juga memberikan fleksibilitas bagi AirAsia untuk meningkatkan jumlah pemesanan, hingga total 300 pesawat dari keluarga A220. Hal itu seiring dengan kebutuhan pertumbuhan grup di masa mendatang.

"AirAsia menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan konfigurasi Airbus A220 terbaru berkapasitas 160 kursi," ujarnya.

Dia mengatakan, varian ini akan menjadi tulang punggung armada generasi berikutnya, dengan efisiensi yang lebih optimal. Sekaligus menghadirkan kapasitas yang lebih sesuai, untuk mendukung profitabilitas pada rute dengan tingkat permintaan menengah.

Pesawat ini menurutnya juga akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi AirAsia, dalam menyesuaikan kapasitas dengan permintaan pasar. Sekaligus, memungkinkan peningkatan frekuensi penerbangan di rute-rute yang sudah ada.

Dengan frekuensi yang lebih tinggi, penumpang dapat menikmati lebih banyak pilihan jadwal keberangkatan setiap hari, konektivitas yang lebih baik, serta pengalaman perjalanan Fly-Thru yang lebih nyaman.

CEO Capital A sekaligus Advisor AirAsia Group, Tony Fernandes menambahkan, kapasitas Airbus A220 memungkinkan AirAsia mencapai profitabilitas, dengan jumlah penumpang yang lebih sedikit dibandingkan pesawat narrow-body berukuran lebih besar.

Hal ini membuka peluang untuk mengembangkan pasar-pasar berkembang dengan permintaan yang masih kecil serta hub sekunder yang sebelumnya belum layak secara komersial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“A220 akan menjadi pondasi penting dalam fase pertumbuhan berikutnya dan mendukung visi kami membangun jaringan maskapai berbiaya hemat pertama yang benar-benar terhubung secara global,” kata Tony. 

Seiring dimulainya pengiriman pesawat pada 2028, armada ini akan dioperasikan untuk melayani berbagai destinasi di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik. Kehadiran A220 juga akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan armada.

Halaman Selanjutnya

Sehingga A320 dan A321 dapat dialokasikan untuk rute jarak menengah di kawasan Asia Pasifik, sementara A330 difokuskan untuk penerbangan jarak jauh menuju Eropa, Australia, dan Amerika Utara. (Ant).

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |