Jakarta, VIVA – Aroma panas sudah terasa jelang duel klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026. Namun fakta mengejutkan bahwa Persija lagi-lagi gagal bermain di Jakarta saat menjamu rival abadinya itu.
Laga bertajuk El Clasico Indonesia tersebut sejatinya dijadwalkan berlangsung pada Minggu 10 Mei 2026. Akan tetapi, pertandingan dipastikan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, bukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi itu membuat pelatih Persija, Mauricio Souza, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Pelatih asal Brasil tersebut bahkan menyebut kondisi yang dialami Macan Kemayoran sebagai sesuatu yang sulit diterima akal sehat.
Kekecewaan Souza disampaikan usai memimpin sesi latihan Persija di Persija Training Ground, Depok, Kamis 7 Mei 2026 pagi WIB. Menurut dia, timnya sangat dirugikan karena kehilangan kesempatan bermain di hadapan ribuan Jakmania.
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa, tentu saja kami sangat menyesal pertandingan dipindah dari Jakarta," ujar Souza dikutip tvOnenews.
Ia menilai, laga sebesar Persija kontra Persib seharusnya dimainkan di kandang asli Persija. Terlebih, dukungan suporter dianggap menjadi elemen penting untuk mendongkrak motivasi tim.
"Padahal sangat penting bagi kami untuk bermain di hadapan suporter kami. Dan di lapangan, GBK jauh lebih baik dari pada lapangan tempat kita bermain nanti, tapi hal ini sudah diputuskan. Kita tidak punya kendali atas itu, tugas kami adalah pergi ke sana dan melakukan yang terbaik," lanjutnya.
Yang membuat situasi makin ironis, ini bukan pertama kalinya Persija 'terusir' dari Jakarta ketika menghadapi Persib. Tercatat, terakhir kali Macan Kemayoran benar-benar menjamu Maung Bandung di Jakarta terjadi pada 2019.
Sejak kompetisi kembali bergulir pasca pandemi COVID-19, Persija praktis selalu bermain di luar ibu kota saat berstatus tuan rumah kontra Persib.
Pada musim lalu misalnya, laga digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, dan berakhir imbang 2-2.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Fakta itulah yang kemudian membuat Souza geram. Ia berharap kondisi seperti ini tidak terus terjadi pada musim-musim berikutnya.
"Saya harap hal ini berubah. Menurut pendapat saya, ini adalah hal yang tidak masuk akal," kata Souza.
Halaman Selanjutnya
"Sepak bola adalah hal yang serius, lihatlah berapa banyak orang yang terlibat dalam sepak bola. Jadi, tidak bisa bermain di rumah sendiri melawan tim tertentu itu sangat aneh," sambungnya.

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)