Pesan Heroik Mojtaba Khamenei di Hari Buruh: Konsumsi Produk Lokal hingga Seruan Anti-PHK

1 week ago 11

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:02 WIB

VIVA – Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei menyampaikan pesan heroik menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei, dan Hari Guru di Iran yang diperingati setiap tanggal 12 Ordibehesht atau 2 Mei.

Dilansir IRNA, 1 Mei 2026, Khamanei dalam pesannya menyambut Hari Buruh dan Hari Guru, menegaskan bahwa para guru adalah mata rantai paling efektif dalam perang budaya, sementara para buruh termasuk elemen paling efektif dalam perang ekonomi.  Bahkan, keduanya bagaikan tulang punggung bagi ranah budaya dan ekonomi suatu negara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dua hari, 11 dan 12 Ordibehesht (1-2 Mei), adalah hari di mana posisi buruh dan martabat guru dihormati. Terlepas dari penghormatan seremonial yang sifatnya lisan, yang memang sudah selayaknya, kemajuan suatu bangsa bergantung pada dua sayap: ilmu dan amal," kata Mojtaba Khamenei

Guru, menurut Khamanei, berperan di tahap awal pencapaian tujuan murid, dimana ia tanggung jawab besar mengajarkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta membentuk wawasan dan identitas generasi penerus ada di pundaknya. 

"Para murid, mahasiswa, dan santri yang tumbuh bersama setiap guru, dalam waktu tak lama lagi akan mengamalkan keterampilan dan ilmu yang mereka pelajari. Boleh jadi dalam karakter, perilaku, dan ucapan mereka di berbagai bidang, dari kehangatan keluarga hingga tempat kerja dan jalanan, mereka akan menjadi cerminan perilaku dan ucapan gurunya," ujar Khamenei

Di sisi lain, terang Khamenei, ruang kerja adalah pentas seluas negeri, membentang dari dalam rumah, kantor, unit usaha, masjid, hingga ladang, bengkel, pabrik, tambang, dan berbagai jenis pekerjaan jasa. Semakin luas pentas ini dihiasi oleh dua unsur, kerja keras dan komitmen, yang merupakan pilar setiap kesuksesan besar, semakin terjamin kemajuan negara.

"Kita tahu bahwa seorang buruh, berkat komitmen dan amal salehnya, kadang mencapai posisi yang membuatnya pantas, seperti tangan guru yang penuh kasih, untuk dicium tangannya yang terampil sebagai rasa syukur dan terima kasih. Ini adalah sesuatu yang dapat dipelajari dari para pendidik pertama setiap orang, yakni ayah dan ibunya, serta dari pengalaman bersama guru," ungkapnya

Halaman Selanjutnya

"Kini, setelah lebih dari 47 tahun perjuangan, Republik Islam Iran, dengan mengandalkan karunia Ilahi, telah membuktikan sebagian kemampuannya yang mengesankan kepada dunia dalam pertempuran militer melawan musuh-musuh kemajuan dan keunggulannya. Maka kini, dalam tahap jihad ekonomi dan budaya, Iran harus mengecewakan dan mengalahkan mereka."

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |