Jumat, 23 Januari 2026 - 06:14 WIB
Davos, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto memamerkan program sekolah berasrama gratis di dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Program ini merupakan salah satu jurus pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan.
Prabowo mengaku tidak ingin kemiskinan turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya. Maka dari itu, pemerintah kata dia, bertekad memberikan akses pendidikan berkualitas dan gratis untuk memutus rantai kemiskinan tersebut.
"Saya sudah membangun 160 sekolah, sekolah berasrama untuk mereka yang sangat miskin," kata Prabowo dalam pidato kuncinya.
Prabowo menuturkan, biasanya anak petani miskin akan menjadi petani miskin. Begitu pula anak seorang pengumpul sampah juga akan menjadi pengumpul sampah.
Dia ingin, anak-anak dari kelompok rentan mendapatkan masa depan yang lebih cerah. Maka dari itu, pemerintah menciptakan program sekolah berasrama gratis ini.
"Inilah yang kami sebut di selatan global sebagai lingkaran kemiskinan. Saya bertekad untuk memutus lingkaran tersebut," tutur dia.
"Saya bertekad agar anak dari orang termiskin tidak boleh miskin. Mereka harus diberikan kesempatan yang sama. Dan itulah sebabnya saya sudah membangun 160, dan saya akan membangun total 500 sekolah berasrama ini," sambungnya.
Adapun diungkap Prabowo, anak-anak yang berhak masuk ke sekolah asrama gratis ini adalah mereka yang berasal dari desil terbawah masyarakat.
"Mereka yang sangat miskin, saya mengambil anak-anak mereka. Saya ingin memutus rantai kemiskinan," pungkas Prabowo.
Usai Teken Piagam Board of Peace, Prabowo Yakin Penderitaan Rakyat Gaza Berkurang
Presiden RI Prabowo Subianto meyakini penderitaan rakyat Gaza, Palestina akan semakin berkurang seiring dengan banyaknya bantuan yang masuk ke wilayah tersebut.
VIVA.co.id
23 Januari 2026

1 day ago
4















