VIVA – Paris Saint-Germain (PSG) menunjukkan mental juara mereka. Bertandang ke markas Bayern Munich di Allianz Arena, Kamis dini hari WIB, 7 Mei 2026, Les Parisiens sukses mengamankan tiket ke final Liga Champions usai bermain imbang 1-1 pada leg kedua semifinal.
Hasil ini cukup bagi PSG untuk melaju dengan agregat tipis 6-5, setelah sebelumnya menang dramatis 5-4 pada leg pertama di Paris. Tim asuhan Luis Enrique pun kini bersiap menghadapi Arsenal di partai puncak yang akan digelar di Budapest pada 30 Mei mendatang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
PSG langsung menggebrak sejak awal laga. Baru beberapa menit pertandingan berjalan, Ousmane Dembele sukses memecah kebuntuan lewat penyelesaian first-time yang tak mampu dibendung Manuel Neuer. Gol tersebut berawal dari aksi eksplosif Khvicha Kvaratskhelia di sisi kiri yang diakhiri umpan tarik matang.
Pemain PSG, Ousmane Dembele
Photo :
- REUTERS/Stephane Mahe
Gol cepat itu membuat Bayern tersentak. Namun, alih-alih bangkit dengan efektif, tuan rumah justru lebih banyak membuang peluang. Mereka juga sempat dibuat frustrasi oleh sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan, termasuk dugaan handball yang tidak digubris.
Di sisi lain, PSG tampil disiplin. Lini pertahanan mereka bekerja solid meredam tekanan demi tekanan dari Die Roten. Bahkan, beberapa kali Kvaratskhelia dan Desire Doue nyaris menggandakan keunggulan andai tidak digagalkan aksi gemilang Neuer.
Memasuki menit-menit akhir, Bayern akhirnya mampu mencetak gol melalui Harry Kane di masa injury time. Namun, gol tersebut hanya menjadi pelipur lara karena waktu sudah tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
Kvaratskhelia sendiri mencatatkan rekor impresif. Ia menjadi pemain pertama yang terlibat dalam gol selama tujuh laga beruntun di fase gugur Liga Champions dalam satu musim. Total kontribusinya kini menyamai catatan Kylian Mbappe dengan 16 keterlibatan gol.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara statistik, duel ini juga mempertemukan dua tim paling produktif di Liga Champions musim ini. PSG dan Bayern sama-sama mencetak lebih dari 40 gol sepanjang kompetisi, mencerminkan kualitas serangan kedua tim yang luar biasa.
Di final nanti, PSG akan menghadapi Arsenal yang lebih dulu memastikan tempat usai menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1. Pertemuan ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Arsenal tengah dalam performa konsisten sebagai pemuncak Premier League.
Halaman Selanjutnya
Partai final ini memiliki arti lebih dari sekadar perebutan gelar. Tim asuhan Luis Enrique berpeluang mencatatkan sejarah sebagai tim kedua yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions secara beruntun di era modern, menyamai capaian Real Madrid.

1 week ago
8











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)