Jakarta, VIVA – Ketua DPR RI, Puan Maharani membuka Rapat Paripurna DPR RI Ke-18 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Puan menyoroti nilai tukar rupiah yang semakin lemah hingga saat ini. Ia menilai hal tersebut terjadi imbas dari konflik di Timur Tengah yang semakin memanas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia menjelaskan bahwa Indonesia kini berada dalam tekanan besar imbas konflik geopolitik dan geo-ekonomi tersebut. Salah satu penyebab utamanya ialah penutupan di jalur strategis Selat Hormuz.
Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal
Puan mengatakan Selat Hormuz merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
"Ketegangan di kawasan Timur Tengah tidak hanya menjadi persoalan regional, tetapi telah menjadi transmisi ke dalam perekonomian nasional. Kita (Indonesia) mengalami tekanan terhadap nilai tukar rupiah," kata Puan.
Selain itu, Puan mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah juga mempengaruhi harga energi, bahan bakar minyak (BBM) hingga biaya logistik di tingkat global, maupun di Indonesia.
"Kenaikan harga energi dan bahan bakar minyak, meningkatnya biaya logistik dan distribusi, serta tekanan terhadap ketahanan energi nasional akibat terganggunya rantai pasok global," katanya.
Puan juga menyoroti kenaikan harga barang impor yang dirasakan masyarakat di Indonesia. Ia menilai kenaikan harga tersebut bisa menjadi penyebab inflasi hingga menurunkan daya beli masyarakat.
"Situasi ini dapat berpotensi memicu inflasi, menurunkan daya beli masyarakat, serta memperbesar beban pelaku usaha, khususnya sektor industri, transportasi, dan UMKM yang sangat sensitif terhadap kenaikan biaya operasional," pungkasnya.
Diketahui, nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan hari ini, mengutip data Bloomberg pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 10.16 WIB rupiah melemah 99 poin atau 0,57 persen. Rupiah melemah dan tembus ke level Rp17.513 per USD.
Ilustrasi mata uang Rupiah.
Photo :
- Pixabay/IqbalStock
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelemahan ini memicu kekhawatiran karena berpotensi berdampak langsung terhadap harga barang hingga biaya hidup masyarakat.
Tekanan terhadap rupiah kali ini dipengaruhi memanasnya konflik di Timur Tengah yang meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.
Minimnya Dampak Ekonomi Kuartal I hingga Geopolitik TimTeng Bikin Rupiah Makin Anjlok ke Rp 17.515
Hingga pukul 10.56 WIB, rupiah ditransaksikan di Rp 17.515 per dolar AS alias melemah 101 poin atau 0,58 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.414 per dolar AS.
VIVA.co.id
12 Mei 2026

1 day ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)