Puluhan Santriwati Dijemput Orangtua usai Kiai Ponpes Pekalongan Ditangkap Kasus Pencabulan

22 hours ago 2

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:17 WIB

VIVA – Puluhan santriwati Pondok Pesantren atau Padepokan Padang Ati di Simbangkulon, Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah dijemput orang tua mereka setelah pengasuh pondok ditangkap terkait kasus pencabulan dan kekerasan seksual.

Dalam video tersebut yang diunggah akun Instagram @feedgramindo, sejumlah santriwati tampak berkumpul di area pondok dengan membawa barang bawaan masing-masing. Beberapa orang tua dan wali santri datang langsung ke lokasi untuk menjemput anak-anak mereka setelah kasus tersebut mencuat ke publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suasana di lokasi terlihat dipenuhi rasa cemas dan kebingungan. Beberapa santriwati tampak meninggalkan pondok menggunakan sepeda motor bersama keluarga yang datang menjemput.

Video juga memperlihatkan plang bertuliskan “Padepokan Padang Ati, Sebar Ngaleh Triman Loman, Simbangkulon Gang 1 Buaran Pekalongan,” yang memperjelas lokasi kejadian berada di wilayah Buaran, Pekalongan.

Kasus ini mencuat setelah Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekalongan, Jawa Tengah, mengungkap kasus dugaan pencabulan terhadap enam santriwati di Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati Buaran, Pekalongan sekaligus mengamankan pengasuh ponpes Abdul Khalim Fadlun.

Penangkapan tersebut sontak memicu kekhawatiran para wali santri hingga memutuskan membawa pulang anak-anak mereka dari pondok.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat enam korban berusia antara 17 - 25 tahun yang tengah menjalani pemeriksaan bersama terduga pelaku. 

"Kami juga membuka kemungkinan adanya tambahan korban lain mengingat jumlah dugaan korban yang belum berani melapor disebut mencapai lebih dari 25 orang," kata Riki, dikutip dari Antara, Jumat 29 Mei 2026.

Usai diamankan, Rabu 27 Mei, Pengasuh Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati Buaran langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Selain itu, sejumlah santri yang diduga menjadi korban juga turut dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum penangkapan terhadap pengasuh ponpes, sekelompok massa organisasi masyarakat menggeruduk Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati di Buaran, Kabupaten Pekalongan, Rabu 27 Mei 2026. 

Massa yang mengatasnamakan diri Yakuza Mangenes itu meminta pertanggungjawaban pimpinan pondok yang diduga melakukan perbuatan asusila terhadap puluhan santrinya. Saat didatangi lebih dari 20 anggota organisasi tersebut, sejumlah korban yang merupakan mantan santriwati langsung memberikan kesaksian di hadapan ratusan santri lainnya agar berani berbicara dan melapor.

Halaman Selanjutnya

Sebelum situasi memanas, polisi langsung mengamankan Pimpinan Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati, Buaran, Pekalongan KH. Abdul Khalim Fadlun. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |