loading...
Pupuk Kaltim menerima penghargaan Green and Smart Port – ASRI 2026 dengan predikat Terbaik Bintang 5. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memperkuat transformasi pelabuhan melalui penerapan konsep Green and Smart Port guna meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi, serta mendukung daya saing industri dan logistik nasional. Upaya tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan Green and Smart Port – ASRI 2026 dengan predikat Terbaik Bintang 5.
"Penghargaan ini hasil dari komitmen seluruh insan Pupuk Kaltim dalam membangun pelabuhan yang modern, aman, efisien, dan berkelanjutan. Kami meyakini daya saing industri tidak hanya ditentukan kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan mengelola operasional secara bertanggung jawab melalui prinsip Environment, Social, and Governance (ESG)," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra dalam keterangan pers, Kamis (19/7/2026).
Baca Juga: Berkat Inovasi Sosial dan PLTS, Pupuk Kaltim Pertahankan Predikat Proper Emas
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kepada Rafli Yandra dan disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada puncak Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 di Dermaga C Pelabuhan Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7). Rafli mengatakan capaian itu menjadi bukti keberhasilan transformasi yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir untuk mewujudkan pengelolaan pelabuhan yang efisien, aman, dan berwawasan lingkungan.
Sejak 2018, Pupuk Kaltim mengembangkan Terminal Khusus perusahaan dengan mengadopsi konsep Green Port melalui berbagai inisiatif, mulai dari pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan ekosistem energi bersih, hingga program konservasi lingkungan. Perusahaan juga mengembangkan kawasan konservasi rusa sambar, pelestarian terumbu karang dan Anggrek Hitam, serta memperluas ruang terbuka hijau guna menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar kawasan industri.
Di sisi lain, transformasi menuju Smart Port dilakukan melalui digitalisasi proses bisnis. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi iPortlog, yang mengintegrasikan seluruh layanan operasional pelabuhan sehingga aktivitas kapal, proses bongkar muat, pemanfaatan fasilitas, hingga indikator kinerja operasional dapat dipantau secara real time melalui sistem terpadu.
"Melalui integrasi sistem seperti iPortlog, kami mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, mempercepat proses bisnis, sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berlangsung dengan lebih transparan," kata Rafli.
































