Rajin Minum Suplemen Belum Tentu Aman, Studi Ungkap Risiko yang Jarang Disadari

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus meningkat. Salah satu tren yang kini semakin populer adalah konsumsi suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh dan mendukung gaya hidup sehat. Namun, sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan. Rajin minum suplemen belum tentu aman jika tidak disertai pemahaman yang cukup.

Survei terhadap 9.000 responden di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menunjukkan bahwa sebanyak 88 persen masyarakat Indonesia rutin mengonsumsi suplemen.

Angka ini mencerminkan tingginya minat terhadap kesehatan preventif. Bahkan, 92 persen responden menganggap langkah pencegahan sebagai bagian penting dari kesejahteraan mereka.

Meski demikian, di balik tingginya angka konsumsi tersebut, terdapat celah pengetahuan yang cukup besar. Hanya sekitar 69 persen responden yang merasa yakin telah membuat keputusan yang tepat dalam memilih dan mengonsumsi suplemen.

Research Development and Scientific Affairs, Asia Pacific, Herbalife, Dr. Alex Teo, Director menjelaskan bahwa keputusan dalam mengonsumsi suplemen tidak bisa dilakukan sembarangan.

"Pengambilan keputusan suplemen yang bertanggung jawab berarti memiliki pemahaman menyeluruh mengenai komposisi bahan, kualitas produk, dosis yang direkomendasikan, serta potensi interaksi dengan suplemen atau obat lain," ujar Teo.

Dia, menambahkan, tanpa pemahaman tersebut, manfaat suplemen justru bisa tidak optimal, bahkan berisiko bagi kesehatan.

Minim Pemahaman Dosis dan Risiko

Salah satu temuan penting dari studi ini adalah rendahnya pemahaman masyarakat terkait dosis dan batas aman konsumsi suplemen. Banyak konsumen tidak mengetahui berapa jumlah yang seharusnya dikonsumsi, terutama ketika menggabungkan beberapa jenis suplemen sekaligus.

Hal ini menjadi perhatian serius karena konsumsi berlebihan dapat memicu efek samping. Sebagai contoh, suplemen kalsium yang umum digunakan untuk menjaga kesehatan tulang, jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan hiperkalsemia atau kadar kalsium tinggi dalam darah.

"Kondisi ini berisiko menimbulkan batu ginjal hingga melemahkan tulang," tambahnya.

Data menunjukkan bahwa 62 persen responden di Indonesia tidak mengetahui batas maksimum konsumsi kalsium harian, sementara 73 persen tidak memahami dampak dari konsumsi berlebihan.

Tak hanya itu, interaksi antara suplemen dan obat juga sering kali luput dari perhatian. Beberapa bahan dalam suplemen dapat mengurangi efektivitas obat tertentu atau bahkan menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |