Ratusan Kursi dan Blower Vendor Tangsel Raib, Pelaku Nipu Ngakunya Buat Acara MBG

1 week ago 13

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:00 WIB

Tangerang Selatan, VIVA – Modus penipuan berkedok penyewaan perlengkapan acara memakan korban. Kali ini, seorang pelaku usaha dekorasi di Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), harus merelakan ratusan kursi dan sejumlah blower miliknya raib setelah pelaku berpura-pura menyewa untuk kegiatan sosialisasi.

Korban diketahui berinisial SF (39), pemilik usaha dekorasi bernama Fatimah Az-Zahra Wedding. Ia mengalami kerugian besar usai barang yang disewakan tak kunjung kembali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolsek Ciputat Timur, Komisaris Polisi Bambang Askar Sodiq, membenarkan adanya laporan dugaan penipuan tersebut.

“Dugaan tindak pidana penipuan. TKP di Aula Himpunan Mahasiswa Banten (HMB), di Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, hari Kamis, 30 April 2026," katanya, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.

Peristiwa bermula saat korban menerima telepon dari seseorang yang mengaku bernama Andi pada Kamis, 30 April 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaku memesan 170 kursi merek Futura dan tiga unit blower untuk digunakan dalam sebuah acara di Aula HMB, Jalan Semanggi II, Kelurahan Cempaka Putih.

“Pelaku berpura-pura memesan kursi dan blower untuk acara pertemuan sosialisasi MBG,” tutur dia.

Tak lama berselang, korban langsung mengirimkan pesanan tersebut ke lokasi sekitar pukul 11.20 WIB. Namun setibanya di lokasi, tidak ada pihak yang menerima barang. Pelaku yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah hanya meminta dokumentasi berupa foto dan video sebagai bukti pengiriman.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, korban mendapat informasi dari pengelola aula bahwa kursi dan blower yang dikirim telah diambil oleh orang tak dikenal. Saat dicek kembali, jumlah barang pun sudah berkurang drastis.

“Selanjutnya pelapor mendatangi lokasi dan melihat kursi yang sebelumnya 170 tinggal 50 dan blower tidak ada,” ujarnya.

Dari data sementara, sebanyak 120 kursi merek Futura dan tiga unit blower dilaporkan hilang. Polisi kini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, korban Fatimah mengaku mengalami kerugian cukup besar. Ia juga menyadari adanya kelalaian dalam proses transaksi karena terlalu mudah mempercayai pelanggan baru tanpa verifikasi identitas.

"Saya enggak minta alamat atau KTP, mungkin karena jarak lokasi pengiriman yang dekat, ngakunya mahasiswa," ucap SF.

Halaman Selanjutnya

Ia berharap pihak kepolisian segera mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya agar tidak ada korban lain dengan modus serupa.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |