Jakarta, VIVA - Sederet emiten terkait logam mulia menujukkan pergerakan di zona hijau seiring lonjakan pesat harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all high time/ATH) pada Senin pagi, 26 Januari 2026.
Dikutip dari ChannelNewsAsia, harga emas di pasar spot menguat 0,94 persen menjadi US$5.029,62 atau sekitar Rp 84,61 juta (estimasi kurs Rp 16.820 per dolar AS) per ons pada pukul 23.21 GMT atau pukul 07.21 pagi waktu Singapura. Logam mulia berwana kuning terus menunjukkan penguatan ke level US$5.033,99 pada pukul 07.52 pagi waktu Singapura.
Sejalan kenaikan di pasar spot, harga emas juga menguat di pasar domestik. Di laman Logam Mulia, harga emas Antam melambung Rp 30.000 menjadi Rp 2.917.000 per gram dari Rp 2.887.000
Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti lompatan harga signifikan sederet emiten saham berbasis komoditas emas. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memimpin kenaikan sebesar dua digi, yakni 17,41 persen atau 1.075 poin ke level 7.250 hingga akhir sesi pertama dan bertahan hingga pukul 14.52 WIB pada Senin, 26 Januari 2026.
Ilustrasi Investasi
Photo :
- pexels.com/TabTrader.com app
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga membukukan penguatan pesat sebesar 11,19 persen atau 480 poin menjadi 4.770. Selanjutnya, kenaikan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebesar 5,43 persen atau 105 poin ke area 2.040.
Emiten saham yang dikendalikan dua grup konglomerat, yakni Bakrie Group dan Salim Group, ikut kinclong saat emas cetak rekor tertinggi. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sempat melesat 5,2 persen pada sesi pertama lalu menyusut menjadi 2,40 persen atau 30 poin hingga menyentuh area 1.280.
"Proyeksi kami untuk tahun ini, harga emas berpotensi menyentuh level tertinggi di US$6.400 per ons dengan rata-rata di US$5.375,” ujar Analis independen, Ross Norman.
Sepakat dengan Norman, Goldman Sachs menaikkan prediksi target emas menjadi US$5.400 per ons pada Desember 2026. Sebelumnya, lembaga keuangan global yang berbasis di New York ini meramal emas akan mencapai harga US$4.900.
Goldman Sachs melihat bank sentral di negara berkembang terus mengalihkan cadangan ke emas. Pembelian rata-rata oleh bank sentral diperkirakan sekitar 60 ton per bulan, jauh di atas rata-rata sebelum tahun 2022 sebanyak 17 ton.
Halaman Selanjutnya
Prediksi Goldman Sachs sejalan dengan ramalan para analis di Union Bancaire Privée (UBP) ang mengatakan bahwa harga emas telah pulih karena permintaan yang berkelanjutan dari pembeli institusional dan ritel. Mereka memprediksi harga emas berpotensi menembus area US$5.200 per ons.

4 weeks ago
11










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483201/original/035595200_1769341364-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_17.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483119/original/012006700_1769331674-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_15.28.21.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)