Ribuan Pemilik Mobil Listrik di China Mengeluh, Jarak Tempuh Mendadak Anjlok Usai Update Software

2 days ago 2

Senin, 11 Mei 2026 - 15:46 WIB

China, VIVA - Fenomena pembaruan perangkat lunak atau over the air (OTA) pada mobil listrik kembali menjadi sorotan di China. Kali ini, sejumlah pemilik kendaraan listrik mengeluhkan jarak tempuh mobil mereka tiba-tiba menurun drastis setelah menerima update sistem dari pabrikan.

Seperti dikutip VIVA dari Carnewschina, Senin 11 Mei 2026, laporan tersebut diungkap media pemerintah China yang menyebut beberapa mobil listrik dengan klaim jarak tempuh sekitar 500 kilometer berdasarkan standar CLTC, kini hanya mampu menempuh kurang dari 300 kilometer dalam penggunaan nyata setelah pembaruan software dilakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, sejumlah pengguna juga mengaku waktu pengisian daya cepat atau DC fast charging menjadi lebih lama dibanding sebelumnya. Ada yang menyebut pengisian baterai yang sebelumnya hanya membutuhkan sekitar 40 menit, kini meningkat menjadi sekitar 70 menit.

Praktik ini di China dikenal dengan istilah “battery locking” atau penguncian baterai. Istilah tersebut merujuk pada tindakan produsen mobil yang mengubah parameter Battery Management System (BMS) melalui OTA maupun pembaruan software di dealer.

Perubahan itu disebut dapat membatasi kapasitas baterai yang bisa digunakan, mengurangi daya pengisian cepat, hingga membatasi kedalaman pelepasan daya baterai tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik kendaraan.

Peneliti industri otomotif China, Zhang Xiang, menjelaskan bahwa pabrikan sebenarnya dapat mengatur batas pengisian dan pelepasan daya melalui sistem BMS. Langkah tersebut diklaim bertujuan menjaga keamanan baterai dan mengurangi risiko thermal runaway atau panas berlebih.

Selain itu, pembatasan tersebut juga disebut mampu memperlambat degradasi baterai dalam jangka panjang. Namun konsekuensinya, jarak tempuh kendaraan menjadi lebih pendek dan proses pengisian daya melambat.

Salah satu pemilik kendaraan yang diwawancarai media setempat mengaku mobilnya sebelumnya dapat menerima pengisian lebih dari 100 kWh sebelum update OTA dilakukan. Namun setelah pembaruan software, kapasitas pengisian hanya sekitar 80 kWh, meskipun indikator kesehatan baterai masih menunjukkan angka 95 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemilik tersebut juga mengklaim jarak tempuh riil mobilnya turun dari kisaran 450-480 kilometer menjadi di bawah 400 kilometer setelah update sistem dilakukan.

Kasus ini akhirnya membuat pemerintah China memperketat aturan terkait pembaruan OTA pada kendaraan listrik. Pada Maret lalu, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China bersama regulator pasar setempat mengeluarkan aturan baru mengenai manajemen OTA kendaraan listrik.

Halaman Selanjutnya

Aturan tersebut melarang praktik penguncian baterai tanpa pemberitahuan kepada konsumen, pembaruan diam-diam tanpa persetujuan pengguna, hingga penggunaan OTA untuk menghindari proses recall kendaraan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |