Jakarta, VIVA – Sampah plastik sekali pakai masih menjadi ancaman terbesar di kawasan pesisir Jakarta dan sekitarnya. Tidak hanya mencemari laut, sampah plastik juga dinilai memperparah dampak perubahan iklim dan meningkatkan kerentanan masyarakat pesisir.
Berdasarkan komunitas lingkungan, Langit Biru Pertiwi, menemukan mayoritas sampah di pesisir Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, berupa plastik sekali pakai dan sampah anorganik yang berasal dari aktivitas masyarakat serta wisatawan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara di Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta, sekitar 60-70 persen sampah yang ditemukan merupakan kantong plastik, botol minuman hingga kemasan makanan yang diduga sebagai sampah kiriman dari laut.
Temuan ini mempertegas persoalan sampah plastik di wilayah pesisir masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Temuan terungkap dalam kegiatan riset dan aksi bersih pantai yang dilakukan AXA Financial Indonesia (AFI) bersama Langit Biru Pertiwi di kedua kawasan pesisir tersebut.
Ilustrasi Sampah Plastik (Foto: Rumah123/Edie.net)
Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, menyinggung pentingnya aksi nyata untuk dapat mengurangi dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh sampah plastik. Selaras survei AXA Future Risk Report 2025 menempatkan perubahan iklim sebagai risiko terbesar dalam kategori Emerging Risk.
Dalam riset tersebut menunjukkan bahwa perubahan iklim memperkuat, mempercepat, dan memperbanyak risiko dari kesehatan hingga ekonomi global dan geopolitik, hal ini dapat memperburuk kerentanan masyarakat kita. Oleh karena itu, aksi kolaboratif dan berkelanjutan penting guna memperkuat ketahanan lingkungan dan masyarakat.
“Perubahan iklim menduduki risiko tertinggi dalam kategori Emerging Risk, sehingga dibutuhkan langkah konkret dan kolaboratif untuk mengatasinya. Oleh karena itu, AFI melakukan melakukan aksi nyata untuk dapat mengurangi dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh sampah plastik melalui kegiatan AFI Berbagi, Beach Clean-up," ucap Niharika Yadav dikutip dari keterangan tertulis pada Minggu, 10 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam empat kegiatan beach clean-up yang digelar di Pantai Tanjung Pasir dan Pulau Damar, sebanyak 151 karyawan AFI terlibat sebagai relawan. Lebih dari 946 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan sebagian besar berupa plastik sekali pakai.
Ia menambahkan, inisiatif yang dilakukan pihaknya sekaligus upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjaga lingkungan, mendukung kesehatan, dan memperkuat literasi serta pemberdayaan finansial mereka. Harapannya dapat memberikan kontribusi berkelanjutan untuk menciptakan masa depan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat pesisir.
Halaman Selanjutnya
Sebagai informasi, program AFI Berbagi telah berlangsung sejak September 2025 hingga Mei 2026. Rangkaian kegiatan mencakup aksi bersih pantai, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga edukasi keuangan bagi masyarakat pesisir.

3 days ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)