Rupiah Perkasa di Posisi Rp16.768/USD, Berikut Sentimennya

19 hours ago 4

loading...

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (27/1/2026), naik 14 poin atau sekitar 0,08%. Foto/Dok

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (27/1/2026), naik 14 poin atau sekitar 0,08% ke level Rp16.768 per dolar AS. Pengamat pasar uang , Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu pasar berfokus terhadap pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, yang dijadwalkan berakhir pada hari Rabu.

Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemotongan berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya. Baca Juga: Thomas Djiwandono Jalani Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, Rupiah Tersenyum

“Perselisihan Presiden AS Donald Trump dengan Ketua Fed Jerome Powell, yang telah menimbulkan kekhawatiran tentang independensi Fed dari campur tangan politik, juga akan menjadi sorotan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Sebelumnya kekhawatiran akan penutupan pemerintahan AS kembali muncul setelah anggota Senat dari partai Demokrat berjanji untuk memblokir RUU pendanaan besar menyusul penembakan yang terjadi di Minneapolis baru-baru ini. Para anggota parlemen AS menghadapi tenggat waktu pada 30 Januari untuk menghindari Shutdown.

Pasar prediksi Polymarket menunjukkan peluang penutupan melonjak tajam dari sekitar 8 persen pada hari Jumat menjadi hampir 78 persen pada hari Senin. Baca Juga: Rupiah Balik Pukul Dolar AS, Hari Ini Sentuh Rp16.782

Selain itu penarikan kembali ancaman tarif perdagangan terhadap banyak negara di Eropa oleh presiden AS pekan lalu setelah AS menguasai Greenland, dan dengan demikian memperoleh pengaruh strategis di Arktik.

Kemudian, Trump mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap beberapa sekutu AS, terutama embargo perdagangan efektif terhadap Kanada. Presiden menolak potensi perdagangan antara Kanada dan Tiongkok, dan mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap Ottawa.

Pada Senin malam, Trump juga mengatakan akan menaikkan tarif perdagangan terhadap barang-barang Korea Selatan menjadi 25%, dengan alasan Seoul menunda pemberlakuan kesepakatan perdagangan baru-baru ini. Pasar tetap waspada terhadap langkah-langkah lebih lanjut dari Trump. Ketegangan geopolitik yang meningkat di Iran dan Timur Tengah, seiring kedatangan kapal-kapal AS di wilayah tersebut, juga membuat pasar tetap waspada.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |