Jumat, 8 Mei 2026 - 09:30 WIB
VIVA –Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vasily Nebenzya, dengan tegas menolak rancangan resolusi anti-Iran yang diajukan Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB. Rusia menilai langkah tersebut sebagai upaya sepihak dan konfrontatif Washington untuk mengisolasi Iran sambil mengabaikan akar sebenarnya dari krisis di Asia Barat.
Penolakan tersebut disampaikan Nebenzya dalam pembahasan mengenai keamanan maritim di Teluk Persia. Seperti diketahui, AS dan sekutunya mendorong rancangan resolusi yang dinlai banyak pihak secara tidak adil menyasar langkah-langkah pertahanan Iran di Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Moskow diketahui telah berulang kali menegaskan menolak mendukung teks apapun yang menyudutkan Iran tanpa membahas penyebab utama konflik yakni agresi berulang dari AS dan Israel yang disebut mengguncang stabilitas keamanan kawasan.
“Kami menolak segala upaya untuk memaksakan narasi yang tidak seimbang terhadap Iran tanpa mempertimbangkan motif dan akar krisis yang sebenarnya. Kami memperingatkan bahwa pengesahan resolusi yang bias dapat memicu gelombang ketegangan baru di kawasan Timur Tengah,” katanya dikutip dari laman presstv.ir, Jumat 8 Mei 2026.
Dia juga menegaskan bahwa keamanan jalur pelayaran di Teluk Persia tidak bisa diwujudkan melalui kecaman sepihak atau langkah-langkah provokatif.
Menurutnya, keamanan kawasan sangat berkaitan dengan penghentian konflik yang sedang berlangsung dan dihentikannya seluruh operasi militer. Pernyataan tersebut menjadi sebuah sindiran langsung terhadap tindakan eskalatif Washington dan sekutunya yang dinilai telah mengganggu pelayaran serta meningkatkan risiko bagi semua pihak.
Nebenzya juga mengatakan Rusia meminta seluruh anggota Dewan Keamanan PBB untuk tidak memperkeruh ketegangan dan menghindari pengajuan resolusi yang berlandaskan pendekatan konfrontatif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sikap Rusia ini sejalan dengan posisi China yang sebelumnya juga menolak rancangan resolusi serupa yang dipimpin Bahrain dan didukung AS. Rusia dan China bahkan menggunakan hak veto awal tahun ini karena rancangan tersebut dianggap memberi ‘cek kosong’ bagi tindakan agresif terhadap Iran.
Iran sendiri terus menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambilnya di Teluk Persia merupakan respons sah terhadap agresi asing serta bertujuan melindungi kedaulatan negara dan jalur strategis energi dunia.
Halaman Selanjutnya
Teheran juga sejak lama memperingatkan bahwa provokasi yang dipimpin AS, termasuk serangan militer dan upaya menginternasionalkan krisis, hanya akan merusak perdamaian dan stabilitas kawasan.

6 days ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)