Jakarta, VIVA – PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 191,8 triliun pada kuartal I-2026, atau meningkat 2,0 persen secara year-on-year (yoy).
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar mengatakan, pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah segmen, antara lain kredit korporasi dan komersial yang tumbuh 4,1 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemudian ada pula kredit dari Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 12,0 persen (yoy), serta pembiayaan Grup OTO yang meningkat 5,0 persen (yoy).
"Ditambah pembiayaan oleh BTPN Syariah yang juga turut tumbuh 3,7 persen (yoy)," kata Henoch dalam keterangannya, Jumat, 24 April 2026.
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia)
Karenanya, Henoch menekankan bahwa sebagai perusahaan induk konglomerasi, SMBC Indonesia senantiasa menerapkan budaya kolaborasi dengan anak perusahaannya.
Misalnya seperti dengan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) dan Grup OTO sebagai perusahaan pembiayaan untuk pembelian kendaraan roda dua dan empat.
Selain itu, perseroan secara konsolidasi juga berhasil menurunkan biaya kredit 7,9 persen (yoy) menjadi Rp 1,2 triliun, seiring upaya menerapkan praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, serta menjaga tingkat cadangan yang memadai demi menjaga kualitas portofolio.
Sejalan dengan itu, lanjut Henoch, total aset SMBC Indonesia juga tercatat meningkat 4,1 persen (yoy) menjadi Rp 250,0 triliun per akhir Maret 2026. Hal itu didukung oleh pertumbuhan aset likuid sebesar 22,2 persen (yoy), terutama dari penempatan pada surat berharga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Laba bersih setelah pajak (konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 456 miliar," kata Henoch.
"Sementara laba bersih setelah pajak bank saja menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,5 persen (yoy) menjadi Rp 221 miliar, yang mencerminkan kinerja inti Bank yang tetap solid," ujarnya.
SMBC Indonesia Tebar Dividen Rp 101,11 Miliar, Setara dengan Rp 9,49 Per Saham
RUPST SMBC Indonesia menyetujui penggunaan laba bersih 2025 untuk dividen tunai sebesar 20 persen dari laba bersih mencapai Rp 101,11 miliar atau setara Rp 9,49 per saham
VIVA.co.id
23 April 2026

1 day ago
4



























