Jakarta, VIVA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memastikan, meskipun menghadapi tren melemah, namun pelemahan rupiah terhadap dolar AS saat ini masih cukup terjaga.
Bahkan, Dia menekankan bahwa nilai tukar rupiah terbilang masih stabil, dengan sejumlah langkah yang telah dilakukan pihak bank sentral.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Nilai tukar rupiah stabil dengan langkah-langkah yang dilakukan BI," kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2026 di kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2026
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
"Tingkat pelemahan rupiah sudah terjaga, sebanding dengan (mata uang) negara lain," ujarnya.
Perry juga melaporkan bahwa posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia saat ini berada dalam kondisi lebih dari cukup. Dimana, tercatat hingga Maret 2026 cadangan devisa Indonesia mencapai US$148,2 miliar.
Selain itu, lanjut Perry, pihaknya juga mencatat adanya aliran masuk modal asing (capital inflow) mencapai US$3,3 miliar, hingga 30 April 2026.
"Terutama pada instrumen SRBI dan SBN, setelah di kuartal I-2026 ada outflow sebesar US$1,7 miliar," ujarnya.
Sebelumnya, Perry juga telah menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah terjadi bukan karena fundamental ekonomi Indonesia melemah, namun karena sejumlah pengaruh dari faktor global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen, merupakan bukti bahwa fundamental ekonomi nasional masih terjaga. Terlebih, capaian pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I-2026 itu menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi yang tertinggi, di antara negara-negara anggota G20 lainnya.
"Jadi kalau dilihat dari indikatornya, secara fundamental ekonomi kita itu kuat. Nah pertanyaannya, kok ada pelemahan rupiah? Ya, itu karena faktor global," ujarnya.
Bos BI Blak-blakan Biang Kerok Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS
Perry secara blak-blakan menjelaskan, pelemahan rupiah terjadi bukan karena fundamental ekonomi Indonesia melemah, namun karena sejumlah pengaruh dari faktor global.
VIVA.co.id
7 Mei 2026

6 days ago
7











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)