Selat Hormuz Memanas! Tarik Ulur AS-Iran Bayangi Harga Minyak Dunia, Terbaru Naik 6 Persen

4 hours ago 1

Senin, 20 April 2026 - 14:35 WIB

Jakarta, VIVA – Kondisi Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi pasokan minyak dunia memanas seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Tarik ulur kedua negara membuat pasar energi global kembali diliputi ketidakpastian. 

Pasukan militer AS dilaporkan menembaki kapal kontainer Iran di Teluk Oman. Presiden AS, Donald Trump mengatakan, kapal tersebut berusaha menembus blokade laut yang diterapkan AS terhadap pelabuhan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Angkatan Laut AS menembaki kapal tersebut dan Marinir kemudian mengambil alih kendali kapal,” ujar Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Ketegangan semakin meningkat setelah Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Teheran. Ia menegaskan akan mengambil langkah ekstrem jika Iran tidak menyepakati kesepakatan baru dengan AS.

Ilustrasi Donald Trump dan blokade AS terhadap Iran

“Saya akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika mereka tidak menerima kesepakatan dengan Amerika Serikat,” kata Trump. 

Trump turut menyebut serangan Iran terhadap kapal komersial sebagai pelanggaran total terhadap gencatan senjata. Situasi semakin tidak menentu karena peluang perundingan damai lanjutan juga meredup. 

Trump sebelumnya menyatakan pembicaraan akan digelar di Islamabad, Pakistan. Namun, Iran menolak hadir dengan alasan blokade laut AS yang masih berlangsung.

Eskalasi ini terjadi hanya beberapa hari setelah kedua negara tampak mendekati kesepakatan. Pada akhir pekan lalu, harga minyak sempat turun setelah Iran mengumumkan pembukaan penuh Selat Hormuz untuk lalu lintas komersial sebagai bagian dari respons terhadap gencatan senjata yang dimediasi AS di Lebanon.

Kondisi tersebut berubah cepat di mana Iran kembali memberlakukan pembatasan dan menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga blokade AS dicabut. Di sisi lain, Washington juga tidak menunjukkan tanda-tanda melonggarkan tekanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan United Kingdom Maritime Operations Centre, kapal tanker menjadi sasaran tembakan kapal cepat Garda Revolusi Iran sementara satu kapal kontainer terkena proyektil yang belum diketahui asalnya. Setelah serangan AS terhadap kapal Iran di Selat Hormuz pada akhir pekan, harga minyak dunia langsung melonjak tajam lebib dari 6 persen pada Senin, 20 April 2026.

Mengutip perdagangan terbaru dari CNBC Internasional, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik sekitar 6 persen ke level US$88,93 atau sekitar Rp 1,52 juta (estimasi kurs Rp 17.170 per dolar AS) per barel. Sementara itu, minyak acuan global, Brent, untuk pengiriman Juni menguat hampir 5,63 persen ke posisi US$95,48 atau sekitar Rp 1,63 juta per barel.

Halaman Selanjutnya

Kenaikan harga minyak mentah mencerminkan respons atas serangan Iran sehari sebelumnya di kawasan Selat Hormuz. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah sebagai faktor utama yang akan menentukan arah harga minyak dalam jangka pendek.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |