Senator AS Sebut Stok Amunisi Menipis Gara-Gara Perang Iran, Trump Dinilai Bahayakan Amerika

2 days ago 5

Senin, 11 Mei 2026 - 14:00 WIB

VIVA –Senator Partai Demokrat, Mark Kelly menyampaikan situasi ‘mengejutkan’ terkait persediaan amunisi Amerika Serikat. Disebutnya bahwa AS telah menguras persediaan amunisinya terlalu banyak selama peran melawan Iran. Hal ini kata dia berpotensi membuat negara itu rentan menghadapi konflik lain.

Dalam wawancaranya dengan CBS, Kelly menyebut paparan Pentagon terkait dengan rudal jelajah Tomahawk, ATACMS, pesawat pencegat SM-3, THAAD hingga rudal Patriot menunjukkan seberapa besar stok persenjataan AS telah terkuras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya rasa wajar jika dikatakan betapa mengejutkannya seberapa dalam kita telah menghabiskan stok persenjataan ini.  Presiden ini membawa negara kita ke situasi ini tanpa tujuan strategis, tanpa rencana, dan tanpa garis waktu yang jelas. Lantarab hal itu, kita telah menghabiskan banyak amunisi. Rakyat Amerika kini menjadi kurang aman, baik jika terjadi konflik di Pasifik Barat melawan China maupun di tempat lain di dunia,” katanya dikutip dari laman presstv.ir, Senin 11 Mei 2026.

CBS melaporkan perang tersebut telah menghabiskan biaya sedikitnya 50 miliar dolar AS atau setara Rp 850 triliun.

Kelly memperingatkan untuk mengisi kembali sebagian stok amunisi itu bisa memakan waktu hingga bertahun-tahun. Dia juga menilai kesiapan militer AS akan terdampak jika nantinya terjadi perang yang berlangsung berbulan-bulan, bukan hanya hitungan hari.

Saat ditanya mengenai kemampuan AS membela Taiwan jika terjadi konflik dengan China, Kelly mengatakan durasi perang akan menjadi faktor penentu.

“Jika konflik berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, tentu posisi kita akan jauh lebih lemah dibandingkan jika perang dengan Iran ini tidak pernah terjadi,” ujarnya.

Kritik untuk Trump dan Anggaran Pertahanan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelly juga menolak anggapan bahwa perang dengan Iran adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Ia menyalahkan keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA sebagai pemicu krisis saat ini.

Selain itu, Kelly mengkritik permintaan anggaran pertahanan senilai 1,5 triliun dolar AS atau setara Rp 25,5 kuadriliun dari pemerintahan Trump yang ia sebut keterlaluan. Ia secara khusus menyoroti proyek sistem pertahanan rudal Golden Dome yang menurutnya diragukan secara teknologi.

Halaman Selanjutnya

“Secara fisika, proyek seperti itu sangat-sangat sulit diwujudkan. Saya sangat yakin kita akan menghabiskan banyak uang untuk sistem yang pada akhirnya tidak bekerja,” kata Kelly.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |