loading...
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) ternyata tidak hanya menjadi agenda prioritas bagi Indonesia, melainkan juga menjadi gerakan global yang dilakukan secara serentak oleh sejumlah negara. Foto/Dok
JAKARTA - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) ternyata tidak hanya menjadi agenda prioritas bagi Indonesia, melainkan juga menjadi gerakan global yang dilakukan secara serentak oleh sejumlah negara di belahan dunia lain. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) , Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, bahwa momentum tahun 2026 dimanfaatkan secara masif oleh berbagai negara untuk memperbarui basis data makroekonomi mereka.
Menurut Amalia, beberapa negara di kawasan Asia hingga Afrika tercatat tengah menjalankan agenda serupa. Salah satu yang menarik perhatian adalah kesamaan momentum dengan negara tetangga, Malaysia yang memiliki draf nomenklatur unik untuk program ini.
"Di tahun ini, bukan hanya Indonesia yang sedang menyelenggarakan Sensus Ekonomi. Tahun ini secara bersamaan dengan Indonesia, Malaysia pun juga melakukan Sensus Ekonomi. Kalau bahasa Malaysia-nya namanya Banci Ekonomi. Kalau kita Sensus, dia Banci," ujar Amalia dalam Deklarasi Sensus Ekonomi 2026 Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin (13/7/2026).
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Selain Malaysia, lanjut Amalia, pergerakan pencatatan struktural ini juga dieksekusi secara aktif oleh kekuatan ekonomi Asia lainnya seperti Jepang dan Vietnam, hingga negara berkembang di Afrika, yakni Zimbabwe.
"Kemudian Jepang pun melakukan Ekonomi Sensus di tahun 2026. Vietnam dan Zimbabwe. Zimbabwe pertama kali melakukan Sensus Ekonomi. Vietnam, Jepang, Malaysia melakukan Sensus Ekonomi yang 5 tahun sekali karena mereka mengetahui betapa pentingnya Sensus Ekonomi itu untuk menentukan arah kebijakan ekonomi yang lebih akurat dan memepal sasaran," jelas Amalia.
Berdasarkan data BPS, terdapat empat negara yang tengah melakukan sensus ekonomi dengan karakteristik dan target sasaran yang bervariasi. Malaysia secara resmi menggelar Banci Ekonomi 2026 (BE2026) dengan frekuensi berkala lima tahun sekali untuk periode waktu pelaksanaan dari 5 Januari hingga 31 Oktober 2026.
































