Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ

10 hours ago 5

loading...

Kapal pesiar Scarlet Lady pembawa 2.000 penumpang LGBTQ+ dilarang berlabuh di Alexandria, Mesir. Kapal ini sebelumnya juga dilarang berlabuh di dua pelabuhan di Turki. Foto/X @Old_SchoolEddie

KAIRO - Pihak berwenang Mesir menolak mengizinkan kapal pesiar Scarlet Lady yang membawa sekitar 2.000 penumpang LGBTQ+ untuk berlabuh. Tindakan ini mengikuti langkah serupa dari Turki yang menolak kapal tersebut mengakses dua pelabuhannya.

Otoritas Mesir belum memberikan alasan resmi atas keputusan tersebut.

Baca Juga: Demi Moral, Turki Tolak Beralabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ

Para penumpang, termasuk bintang musikal Broadway; Patti LuPone, terbangun pada hari Kamis dan menemukan surat yang diselipkan di bawah pintu kabin mereka yang memberitahukan bahwa kapal tersebut telah ditolak masuk ke perairan Mesir dan tidak akan lagi singgah di Alexandria seperti yang direncanakan.

Awak kapal pun dipaksa segera mencari pelabuhan alternatif. Kapal pesiar Scarlet Lady milik perusahaan Virgin Voyages. Namun, acara untuk kaum LGBTQ+ (lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, dan plus) tersebut diselenggarakan oleh perusahaan Atlantis Events.

Atlantis Events dikenal sebagai perusahaan travel dan liburan terbesar di dunia yang khusus melayani komunitas LGBTQ+.

Dalam surat pemberitahuan tersebut, CEO Atlantis Events, Rich Campbell, mengatakan bahwa perusahaan terkejut dengan keputusan Mesir karena mereka telah berhasil mengoperasikan rute pelayaran serupa tahun lalu tanpa masalah. Alhasil, keputusan Mesir untuk memblokir kapal pesiar tersebut merupakan kejutan tak mengenakkan.

"Ketahuilah bahwa tim Atlantis dan Virgin Voyages bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan persinggahan di Alexandria ini. Berita ini mengejutkan kami semua, dan kami sama kecewanya dengan Anda," kata Campbell, seperti dikutip dari Advocate, Jumat (10/7/2026).

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |