Workshop di Makassar, Tri Tito Karnavian Ingatkan Orang Tua Wajib Hadir dalam Aktivitas Digital Anak

6 hours ago 3

loading...

Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa kehadiran fisik dan perhatian orang tua adalah benteng utama anak di dunia maya. Foto/Istimewa

MAKASSAR - Workshop Kreasi Kriya Keluarga TUNAS hadir membawa solusi kreatif di tengah dominasi gawai yang kian kuat dalam kehidupan anak-anak. Mengusung tema "Merajut Kehangatan di Era Digital ", acara yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis (9/7/2026) ini mengajak orang tua dan anak lepas sejenak dari layar digital untuk membuat kerajinan tangan bersama.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari semangat PP TUNAS untuk membangun ekosistem digital yang aman bagi anak, dimulai dari interaksi hangat di dalam rumah. Sebagai bentuk aksi nyata, seluruh peserta workshop diajak langsung membuat kerajinan serat lontar berupa songkok guru, kerajinan khas Kabupaten Takalar.

Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa kehadiran fisik dan perhatian orang tua adalah benteng utama anak di dunia maya. Teknologi tidak boleh menggeser kedekatan emosional keluarga.

Baca Juga: Ini Alasan Pemerintah Melarang Anak Usia di Bawah 16 Tahun Mengakses Media Sosial

"Yang dekat seharusnya semakin didekatkan, bukan justru dijauhkan. Orang tua wajib hadir dalam aktivitas digital anak, bukan hanya sekadar memberikan akses perangkat," ujar Tri, dikutip Jumat (10/7/2026).

Ia juga mengingatkan pentingnya batasan waktu gawai (screentime) dan penggunaan fitur kontrol orang tua untuk menghindari risiko cyberbullying hingga penipuan online. Pentingnya membatasi gawai ini juga dipertegas oleh Psikolog Klinis, Nur Hafidzah. Ia menjelaskan bahwa paparan layar berlebihan tanpa pengawasan bisa memicu overstimulasi otak.

"Saat anak terlalu banyak terpapar dunia digital tanpa batas, aktivitas dopamin di otak meningkat berlebihan. Akibatnya, anak bisa kesulitan berpikir kritis, susah melakukan problem solving, dan menjadi impulsif," ungkap Nur Hafizah.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |