Sosok Hanny Kristianto Disorot Usai Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee, Siapa Dia?

1 week ago 7

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:32 WIB

Jakarta, VIVA – Nama Hanny Kristianto mendadak menjadi sorotan. Ia ramai diperbincangkan setelah mengambil langkah tegas dengan mencabut sertifikat mualaf milik Richard Lee, yang belakangan tengah tersandung kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen.

Keputusan tersebut tak hanya dikaitkan dengan persoalan hukum yang sedang dihadapi Richard Lee, tetapi juga menyoroti aspek administratif yang selama ini luput dari perhatian. Salah satu pemicunya adalah fakta bahwa status agama di KTP Richard Lee disebut belum mengalami perubahan, meski sebelumnya telah memeluk Islam dan memperoleh sertifikat mualaf. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah Hanny ini pun memicu diskusi luas di tengah masyarakat, terutama terkait makna perpindahan keyakinan yang tidak hanya bersifat personal, tetapi juga berdampak pada aspek hukum dan administrasi. Lalu, siapa sosok Hanny Kristianto?

Hanny Kristianto, yang akrab disapa Koh Hanny, dikenal sebagai figur yang cukup vokal dalam isu-isu keislaman, khususnya terkait pembinaan mualaf. Ia saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di Mualaf Center Indonesia (MCI), sebuah organisasi yang fokus mendampingi individu yang baru memeluk Islam.

Di balik perannya saat ini, perjalanan hidup Hanny terbilang tidak biasa. Ia dulunya merupakan seorang pemuka agama Kristen yang aktif di sejumlah yayasan, termasuk Love and Care Ministry. Namun, perjalanan spiritualnya berubah arah setelah ia mendalami Alquran dengan tujuan awal yang berbeda.

Ketertarikannya pada Islam bermula dari upaya mencari kelemahan kitab suci tersebut. Namun, proses pencarian itu justru mengantarkannya pada keyakinan yang baru. Pada 28 Februari 2013, di usia 36 tahun, Hanny memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Sejak saat itu, ia aktif dalam kegiatan dakwah dan pembinaan mualaf. Melalui perannya di MCI, Hanny kerap terlibat langsung dalam proses syahadat hingga pendampingan lanjutan bagi para mualaf, baik dari sisi spiritual maupun administratif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan Sekadar Status

Hanny dikenal dengan gaya komunikasi yang lugas dan tegas. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa menjadi mualaf bukan hanya sekadar perubahan identitas secara simbolis, melainkan komitmen menyeluruh dalam menjalankan ajaran agama.

Halaman Selanjutnya

Ia juga sering mengingatkan pentingnya penyesuaian data resmi, seperti perubahan status agama di dokumen kependudukan. Menurutnya, hal tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi memiliki implikasi penting di masa depan, termasuk dalam urusan administrasi hingga pengurusan jenazah secara Islam.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |