Stabilitas Politik hingga Sinergi Pemerintah & Pengusaha Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

2 days ago 4

Senin, 11 Mei 2026 - 15:10 WIB

Jakarta, VIVA – Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak akan dapat dicapai, tanpa fondasi stabilitas politik yang kuat, kepastian regulasi, serta sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.

Hal itu diutarakan oleh Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Anthony Leong, dalam debat perdana calon Ketua Umum BPP Hipmi yang digelar di Jambi beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menilai, pertumbuhan ekonomi tidak bisa semata-mata dibangun dari optimisme angka makro dan target ambisius, tapi juga harus didukung oleh kondisi politik yang stabil, keamanan investasi, dan kepercayaan pasar.

“Tanpa stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi 8 persen hanyalah angka. Investor membutuhkan kepastian, pelaku usaha membutuhkan konsistensi kebijakan, dan masyarakat membutuhkan rasa aman terhadap arah pembangunan nasional,” kata Anthony dalam keterangannya, Senin, 11 Mei 2026.

Calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029, Anthony Leong

Dia menjelaskan, sejarah menunjukkan bahwa negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, selalu ditopang oleh kondisi politik yang relatif stabil, koordinasi pemerintahan yang kuat, dan minim konflik horizontal maupun polarisasi elite.

Menurutnya, agenda besar pertumbuhan 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo, membutuhkan orkestrasi nasional yang solid. Yakni mulai dari kebijakan fiskal, industrialisasi, hilirisasi, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

“Pertumbuhan ekonomi bukan hanya soal memperbesar angka PDB. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan itu lahir dari ekosistem yang sehat: politik stabil, birokrasi efisien, iklim investasi terjaga, dan dunia usaha mendapat ruang berkembang,” ujar Anthony.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, atas kontribusi mereka dalam menjaga keseimbangan politik nasional di tengah dinamika transisi pemerintahan dan tantangan global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kemampuan kepemimpinan yang mampu menjadi jembatan berbagai kepentingan nasional, merupakan modal utama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Kami harus mengapresiasi setinggi-tingginya Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Pak Prof Sufmi Dasco Ahmad yang menjadi bridge of the nation. Jembatan politik untuk merajut kepentingan nasional. Kepemimpinan yang inklusif menjadi modal fondasi untuk capai pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujarnya.

Presiden RI, Prabowo Subianto di Kampung Nelayan Gorontalo

Prabowo Tak Masalah Anak Orang Kaya Tolak MBG: Nggak Dipaksa!

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam pemerataan program MBG di seluruh Indonesia. Dia tak masalah jika ada anak orang kaya menolak MBG.

img_title

VIVA.co.id

11 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |