VIVA – Peluncuran Steam Controller terbaru dari Valve berubah menjadi kekacauan besar setelah produk tersebut langsung habis terjual hanya dalam waktu singkat. Tingginya antusiasme gamer membuat stok perangkat ini lenyap dalam kurang dari satu jam sejak resmi dijual di Steam Store.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun situasi yang paling membuat banyak penggemar kesal adalah kemunculan para scalper atau penjual ulang yang langsung menawarkan Steam Controller di situs seperti eBay dengan harga jauh di atas harga resminya.
Harga Melonjak Hingga Tiga Kali Lipat
Steam Controller terbaru dijual resmi dengan harga sekitar 99 dolar AS atau sekitar Rp1,7 juta. Tetapi tak lama setelah stok habis, sejumlah listing mulai bermunculan di marketplace dengan harga mencapai 250 hingga 400 dolar AS atau setara Rp4 jutaan hingga Rp7 jutaan..
Yang membuat situasi semakin kontroversial, sebagian besar penjual bahkan belum memegang barang fisik. Mereka hanya menjual slot preorder atau pesanan yang berhasil diamankan saat penjualan dibuka.
Fenomena ini langsung memicu kemarahan komunitas gamer yang merasa kesempatan membeli perangkat dengan harga normal menjadi sangat sulit.
Server Steam Sempat Bermasalah
Tingginya trafik saat penjualan dibuka juga membuat platform Steam mengalami gangguan sementara. Banyak pengguna melaporkan gagal checkout, error transaksi, hingga halaman toko yang sulit diakses.
Beberapa gamer mengaku sudah memasukkan controller ke keranjang belanja, tetapi transaksi gagal diproses karena server kewalahan menerima lonjakan pembeli secara bersamaan.
Kondisi tersebut membuat banyak fans merasa Valve kurang siap menghadapi besarnya permintaan pasar terhadap perangkat ini.
Di Reddit dan media sosial, kemarahan terhadap scalper langsung meluas. Banyak pengguna meminta gamer lain untuk tidak membeli produk dari penjual ulang agar praktik tersebut tidak terus terjadi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu pengguna Reddit bahkan menulis bahwa scalping sudah menjadi masalah besar di industri gaming dan teknologi karena memanfaatkan rasa takut kehabisan barang atau FOMO dari konsumen.
Sebagian komunitas juga membandingkan Valve dengan Nintendo yang sebelumnya menerapkan sistem verifikasi akun lebih ketat untuk mengurangi aktivitas bot dan scalper saat peluncuran hardware tertentu.
Halaman Selanjutnya
Valve Janjikan Restock

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)