Jakarta, VIVA – Arah baru mulai terlihat di tubuh Timnas Indonesia jelang agenda padat pertengahan tahun 2026. Pelatih John Herdman mulai menunjukkan pendekatan berbeda dalam menyusun komposisi pemain, terutama untuk pemusatan latihan (TC) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei mendatang.
Keputusan Herdman kali ini langsung memicu perhatian publik. Sejumlah nama yang selama ini identik sebagai tulang punggung tim justru tidak masuk dalam daftar awal pemanggilan. Situasi tersebut memunculkan tanda tanya sekaligus spekulasi terkait arah kebijakan yang tengah dibangun di skuad Garuda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Manajemen Persija Jakarta menjadi salah satu pihak yang telah mengonfirmasi adanya pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia. Hal ini menandakan bahwa proses pembentukan skuad untuk agenda internasional sudah mulai berjalan.
Di sisi lain, perhatian justru tertuju pada absennya beberapa pemain utama seperti Rizky Ridho dan Jordi Amat. Ketiadaan mereka membuka ruang interpretasi bahwa TC kali ini bukan sekadar persiapan rutin, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas.
Dalam konteks sepak bola modern, rotasi dan eksperimen skuad menjadi hal yang lumrah. Pelatih kerap memisahkan fokus antara tim utama dan pemain pelapis guna menjaga kebugaran serta memperluas opsi taktik. Pendekatan ini juga memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap pemain yang selama ini berada di luar lingkar inti.
Beberapa pemain yang mendapat kesempatan kali ini pun dinilai tengah berada dalam performa positif di level klub. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Eksel Runtukahu. Penyerang berusia 27 tahun tersebut tampil cukup konsisten sepanjang musim dan berpeluang menjalani debut di level senior.
Selain itu, nama-nama seperti Shayne Pattynama dan Witan Sulaeman tetap menjadi bagian dari komposisi tim. Keduanya dianggap memiliki pengalaman yang cukup untuk menjaga keseimbangan antara pemain senior dan wajah baru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemusatan latihan yang akan digelar pada 26 hingga 30 Mei 2026 ini diproyeksikan sebagai tahap awal seleksi menuju Piala ASEAN 2026. Turnamen tersebut menjadi salah satu target penting Timnas Indonesia di kalender kompetisi tahun ini.
Jika merujuk pada pola sebelumnya, TC semacam ini kerap menjadi fondasi awal dalam menentukan kerangka skuad utama. Pemain yang mampu menunjukkan konsistensi biasanya akan dipertahankan hingga fase akhir seleksi.
Halaman Selanjutnya
Langkah Herdman ini juga bisa dibaca sebagai upaya memperluas kedalaman tim. Dengan jadwal internasional yang padat, memiliki lebih banyak opsi pemain menjadi kebutuhan penting agar performa tetap terjaga di berbagai ajang.

16 hours ago
3



























