Strategi SIG perkuat Kinerja Ekspor di Tengah Tangangan Industri

6 days ago 6

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:32 WIB

Jakarta, VIVA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengungkapkan hasil dari strategi transformasi yang dijalankan Perseroan mulai menuai hasil di tengah tekanan industri semen domestik. Dalam kondisi pasar yang masih dibayangi overcapacity, SIG bisa mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus menyiapkan mesin pertumbuhan baru melalui penguatan pasar ekspor.

Pada kuartal I tahun 2026, SIG membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan volume penjualan juga naik 1,7% yoy menjadi 8,71 juta ton. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat signifikan sebesar 88,7 persen menjadi Rp80 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, capaian tersebut menunjukkan strategi transformasi yang dijalankan Perseroan berhasil menjaga resiliensi bisnis sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

“SIG tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan. Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri,” kata Vita dikutip dari keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut Vita, salah satu fokus utama SIG saat ini adalah memperkuat penetrasi pasar ekspor sebagai langkah strategis untuk meningkatkan utilisasi pabrik, dan memperluas peluang pasar produk derivatif bernilai tambah.

Melalui anak usaha, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026. Fasilitas tersebut akan menjadi basis penguatan ekspor SIG sekaligus membuka peluang peningkatan margin usaha di tengah kompetisi pasar domestik yang semakin ketat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Rampungnya fasilitas ekspor di Tuban menjadi tonggak penting bagi SIG untuk memperkuat posisi di pasar internasional. Ekspor akan menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan utilisasi sekaligus mendukung pertumbuhan profitabilitas Perseroan,” ujar Vita.

Di sisi operasi, SIG juga terus memperkuat efektivitas transformasi melalui pengelolaan pasar mikro, optimalisasi portofolio produk, serta efisiensi biaya. Strategi tersebut membantu Perseroan menjaga kinerja di tengah kenaikan harga energi dan permintaan pasar domestik yang baru menunjukkan geliat pada awal tahun ini.

Halaman Selanjutnya

Selain mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar 5,4% yoy, SIG juga berhasil menurunkan biaya keuangan bersih sebesar 35,4% yoy melalui pengelolaan keuangan yang lebih optimal.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |